Buka konten ini




Ragam peristiwa mewarnai dinamika Provinsi Kepulauan Riau sepanjang sepekan terakhir. Mulai dari penggagalan penyelundupan barang ilegal senilai Rp4,3 triliun oleh Bea Cukai, penangkapan pelaku spesialis pecah kaca mobil, hingga dimulainya proyek pelebaran jalan di sejumlah titik di Batam.
BATAM KOTA (BP) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai barang ilegal senilai total Rp4,3 triliun selama pelaksanaan Operasi Patroli Laut Terpadu Semester I Tahun 2025. Operasi yang berlangsung selama dua bulan ini menindak 252 kasus penyelundupan di laut, termasuk sabu seberat 2 ton dan 49,9 ton pasir timah yang hendak diselundupkan ke Malaysia.
Penutupan operasi tersebut dilakukan pada apel pasukan di Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau (Kepri), Karimun, Selasa (29/7). Apel dipimpin langsung Direktur Jenderal Bea Cukai, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama. Dalam kesempatan itu, ia juga meresmikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Penyelundupan.
“Satgas ini akan memperkuat pengawasan, bukan hanya di laut, tetapi juga di darat dan pintu-pintu masuk wilayah Indonesia,” ujar Djaka.
Selama operasi berlangsung, DJBC mengerahkan 43 kapal patroli—terdiri dari FPB 28 meter, FPB 38 meter, dan 15 unit speedboat—dengan total 816 personel. Sebanyak 16 penindakan dilakukan terhadap penyelundupan berbagai komoditas seperti narkotika, rokok ilegal, produk hortikultura, pakaian bekas, senapan angin, hingga bahan pokok.
Di Batam, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang berhasil menangkap dua pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Kedua pelaku, Rizky Wijaya dan Taufik Hidayat, 29, ditangkap usai beraksi di tiga lokasi berbeda—Lubukbaja, Sagulung, dan Sekupang—dengan total kerugian korban Rp176 juta.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa pelaku terlebih dahulu mengintai korban di bank dengan menyamar sebagai nasabah. Setelah melihat calon korban mengambil uang dalam jumlah besar, mereka mengikuti hingga ke lokasi parkir. Begitu korban meninggalkan mobilnya, kaca mobil dipecahkan dan uang pun digasak.
Dari sektor infrastruktur, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mulai melakukan pekerjaan pelebaran Jalan Raja Isa, Batam Center, Kamis (31/7). Sejumlah alat berat terlihat di lokasi, melakukan pemerataan badan jalan. Proyek ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang sering terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
Sementara itu, keluhan datang dari warga Seipanas. Jalan Laksamana Bintan yang menghubungkan sejumlah kawasan padat penduduk mengalami kerusakan parah. Lubang menganga di banyak titik, membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Di bidang layanan kesehatan, Puskesmas Botania menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa SMP Kaliban, Batam Center, Rabu (30/7). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program rutin deteksi dini gangguan kesehatan pada anak usia sekolah.
Sedangkan di Batuaji, warga Perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, resah dengan keberadaan tumpukan limbah mencurigakan di lahan kosong dekat permukiman. Limbah berupa kain dan plastik yang dilumuri minyak hitam menyerupai sludge oil menimbulkan bau menyengat sejak empat hari terakhir. Lokasi limbah juga berdekatan dengan SMAN 27 Batam, sehingga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan siswa dan warga.
Petugas dari Kecamatan Batuaji telah turun ke lokasi untuk mengecek dan meminta pembersihan segera dilakukan. Sempat ada upaya membakar limbah, namun dibatalkan karena asap pekat dan bau yang kian menyengat memicu protes warga.
“Sudah empat hari bau tak sedap ini mengganggu aktivitas warga. Kami harap segera ditangani sebelum makin parah,” ujar salah satu warga. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI