Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Polresta Barelang terus mendalami kasus dugaan penipuan jual beli kaveling bodong yang diduga menjerat ratusan warga. Saat ini, penyidik tengah melakukan pemeriksaan saksi secara maraton untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari para korban.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengungkapkan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti dalam kasus dugaan penipuan jual beli kaveling bodong. Pemeriksaan saksi ini dilakukan secara maraton.
“Masih dalam tahap penyelidikan dan proses pemeriksaan saksi. Karena jumlah korbannya itu mencapai 150 orang,” ujar Kombes Zaenal Arifin , Jumat (1/8).
Jumlah korban yang mencapai ratusan orang membuat proses penyelidikan ini dilakukan bertahap dan intensif. Ia menjelaskan, lokasi kaveling yang dilaporkan tersebar di tiga titik, yakni di kawasan Seibinti, belakang Plaza, dan Bukit Daeng. “Ada tiga lokasi. Dan kami memeriksa saksi dari masing-masing lokasi,” katanya.
Menurut Zaenal, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan arah penyidikan berikutnya. Jika seluruh keterangan dan barang bukti dinilai cukup, penyidik akan menggelar perkara.
“Dalam waktu dekat ini kita gelar. Hari ini saya cek laporannya,” ungkapnya.
Sementara Hanny, perwakilan pelaporan meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dengan menangkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk Direktur PT Erracipta Karya Sejati, Restu Joko Widodo. “Siapa saja yang terlibat harus ditangkap dan bertanggung jawab. Kami ingin uang kembali, atau beri kavelingnya,” katanya.
Ia mengaku para korban rata-rata mengalami kerugian puluhan juta untuk pembelian 1 kaveling. Pembelian dilakukan dengan cara kredit sejak 2023.
“Jangan sampai ada lagi korban. Maka siapa yang terlibat harus ditangkap,” tutupnya. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI