Buka konten ini
BEIJING (BP) – Hubungan Tiongkok dan Jepang kembali diuji. Seorang warga negara Jepang menjadi korban serangan orang tak dikenal di Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Insiden itu terjadi saat korban sedang berjalan bersama seorang anak di dalam stasiun kereta bawah tanah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (1/8), Kedutaan Besar Jepang di Beijing menyebut korban dihantam benda keras yang diduga batu oleh pelaku yang belum teridentifikasi.
“Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan kini dalam kondisi stabil. Tidak ada ancaman terhadap nyawanya,” terang pernyataan itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pelaku telah berhasil ditangkap. Namun, laporan tentang insiden ini tampak disensor di platform media sosial WeChat.
Serangan ini mengingatkan pada kejadian serupa tahun lalu. Seorang ibu dan anak asal Jepang diserang dengan pisau di kota yang sama. Seorang perempuan Tiongkok tewas saat mencoba menghentikan pelaku.
Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan peringatan insiden ”Mukden” tahun 1931 hari yang diperingati di Tiongkok sebagai simbol penghinaan nasional. Mukden, yang kini bernama Shenyang, menjadi titik awal pendudukan Jepang atas wilayah Manchuria setelah sebuah rel kereta meledak dan dijadikan dalih oleh tentara Jepang untuk menginvasi.
Sementara itu, insiden kekerasan terhadap warga Jepang juga tercatat terjadi di Kota Shenzhen pada September lalu. Seorang pelajar asal Jepang tewas ditikam.
Pemerintah Jepang mendesak Beijing agar menjatuhkan hukuman berat terhadap pelaku dan menjamin keselamatan warganya di Tiongkok. “Kami meminta agar insiden serupa tidak terulang,” tegas pernyataan dari Kedutaan Besar Jepang.
Menanggapi seruan tersebut, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menegaskan komitmennya. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MOHAMMAD TAHANG