Buka konten ini

MOSKOW (BP) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan masih membuka peluang untuk melanjutkan perundingan damai dengan Ukraina. Namun, ia menegaskan bahwa dinamika perang saat ini berpihak pada Rusia. Hal ini menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dalam sikap Kremlin, meskipun tenggat sanksi baru dari Amerika Serikat kian dekat.
Pernyataan itu disampaikan Putin pada Jumat (1/8), beberapa hari menjelang tenggat 8 Agustus yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump. Jika Rusia tak menghentikan agresinya, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk kepada negara-negara yang masih membeli energi Rusia terutama Tiongkok dan India.
Trump juga melontarkan kritik keras terhadap Putin. Dilansir dari channelnewsasia.com, Trump menyebut serangan terbaru Rusia ke Ukraina sebagai menjijikkan dan menyebut pemimpin Kremlin itu sebagai omong kosong.
Meski tak menyinggung langsung ultimatum dari Trump, Putin menyinggung bahwa tiga putaran perundingan damai sebelumnya telah menghasilkan beberapa kesepahaman awal. Ia mengisyaratkan bahwa Moskow masih menantikan kelanjutan proses negosiasi.
”Soal kekecewaan siapa pun, itu biasanya muncul dari harapan yang terlalu tinggi. Ini prinsip umum yang dikenal,” kata Putin. Namun, untuk menyelesaikan persoalan secara damai, dibutuhkan pembicaraan yang tenang dan rinci. Bukan di ruang publik, melainkan di meja perundingan.
Putin juga mengeklaim bahwa militer Rusia kini menyerang di seluruh garis depan dan menguasai medan tempur. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MOHAMMAD TAHANG