Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, media sosial dihebohkan dengan fenomena tak biasa: sejumlah warga di berbagai daerah mengibarkan bendera berwarna hitam bergambar tengkorak bertopi jerami, simbol dari kru bajak laut anime One Piece.
Bendera itu dikenal sebagai Jolly Roger, lambang kelompok Topi Jerami yang dipimpin karakter fiktif Monkey D. Luffy. Aksi ini memantik perdebatan: ada yang menganggapnya sebatas ekspresi budaya pop, tapi tak sedikit pula yang menilai simbol itu sebagai bentuk sindiran hingga perlawanan terhadap ketidakadilan.
Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti ketentuan resmi pengibaran bendera. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, meminta warga tidak ikut-ikutan tren yang menyimpang dari esensi peringatan kemerdekaan.
“Kami mengimbau masyarakat Batam untuk mengibarkan bendera Merah Putih sebagaimana mestinya. Jangan yang aneh-aneh seperti bendera One Piece itu,” ujar Rudi, Jumat (1/8).
Menurutnya, pengibaran bendera nasional bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
“Mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus ini, mari kita pasang Merah Putih di depan rumah. Tunjukkan kecintaan pada Tanah Air dengan simbol resmi negara,” tegasnya.
Dalam dunia One Piece, bendera Jolly Roger memang melambangkan semangat melawan sistem yang menindas dan korup. Tak heran jika simbol ini kerap dipakai para penggemar untuk menyuarakan kritik sosial.
Namun, bagi Pemko Batam, pengibaran bendera selain Merah Putih di momentum sakral kemerdekaan justru bisa memicu kesalahpahaman. Apalagi jika dilakukan di ruang publik.
“Kita tidak ingin ada tafsir keliru. Ini bulan kemerdekaan, bukan ajang eksperimen simbol. Jangan sampai memicu polemik,” kata Rudi.
Ia juga mengajak masyarakat menyemarakkan HUT ke-80 RI dengan kegiatan yang membangkitkan semangat nasionalisme, seperti lomba antarwarga, pemasangan umbul-umbul, dan penghiasan lingkungan.
Hingga kini, belum ditemukan laporan pengibaran bendera One Piece di Batam. Meski demikian, Pemko tetap melakukan pemantauan dan berharap warga tidak menyalahartikan kebebasan berekspresi.
“Merah Putih adalah identitas kita. Hormati dan junjung tinggi simbol negara,” tutup Rudi. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK