Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Market otomotif Indonesia saat ini diramaikan oleh dua jenis kendaraan yang umum, yakni mobil Completely Built Up (CBU) yang diimpor utuh dari luar negeri dan mobil Completely Knock Down (CKD) yang dirakit secara lokal di dalam negeri.
Bagi konsumen yang tengah mempertimbangkan pembelian mobil baru, memahami perbedaan antara keduanya penting untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan jangka panjang.
Mobil berjenis CBU kerap menawarkan daya tarik dari sisi desain atau fitur-fitur baru yang belum tentu tersedia pada kendaraan rakitan lokal. Sebaliknya, mobil CKD, yang sebagian besar komponennya dirakit di dalam negeri, menawarkan keunggulan dari sisi dukungan logistik dan layanan servis, karena keterlibatan langsung industri komponen lokal dalam proses produksi.
Membeli mobil rakitan lokal memiliki keuntungan tersendiri. Karena komponennya sebagian besar dibuat di dalam negeri, ketersediaan suku cadang jadi lebih terjamin dan cepat,’’ ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Selasa lalu (29/7).
Tak hanya soal produksi dan komponen, jaringan layanan purna jual juga menjadi pertimbangan strategis. Brand dengan jaringan dealer dan bengkel resmi yang tersebar luas akan memberikan jaminan kenyamanan lebih bagi konsumen. Akses yang mudah ke layanan servis rutin, perawatan berkala, hingga bantuan darurat akan sangat membantu, khususnya bagi pengguna kendaraan di wilayah-wilayah luar kota besar.
Kombinasi antara ketersediaan suku cadang, kemudahan perawatan, dan kepastian layanan menjadi alasan mengapa mobil CKD semakin diminati. Asst. to Aftersales Department Head of Spareparts PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Christiana Yuwantie menambahkan, pihaknya memastikan ketersediaan suku cadang termasuk akesoris setiap dealer resmi.
Karena model yang diproduksi lokal, seperti Suzuki Fronx memungkinkan ketersediaan yang lebih cepat dan lengkap karena rantai pasokan domestik. Bahkan di Suzuki, seluruh dealer resmi sudah diberikan mandatory stock yang menjadi keharusan untuk menyediakan suku cadang yang fast moving, tegas Cristiana.
Concern tentang produksi lokal juga ditunjukkan brand lain, seperti Toyota. Pada GIIAS 2025 ini, Toyota mengumumkan ekspansi lokalisasi produksi kendaraan elektrifikasi melalui Toyota New bZ4X sebagai Battery EV pertama Toyota yang diproduksi secara lokal di Indonesia. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Andriani Susilawati