Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pusat Layanan Sentra Fashion Seri Kuala Lobam mengaku kesulitan bersaing dengan perusahaan garmen dari luar daerah. Penyebabnya, keterbatasan modal membuat mereka tak mampu menekan biaya produksi.
Ketua Pusat Layanan Sentra Fashion Seri Kuala Lobam, Budianto, mengatakan bahwa harga baju yang mereka tawarkan ke beberapa perusahaan di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, saat ini berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp160 ribu per potong. Harga tersebut sudah termasuk sablon dan bordir.
Namun, perusahaan garmen dari luar Bintan mampu menawarkan harga jauh lebih rendah, bahkan tak sampai Rp100 ribu per baju. Selisih harga yang cukup signifikan ini membuat mereka kesulitan bersaing.
”Jarak harganya terlalu signifikan. Mau bersaing mati-matian pun tetap susah,” ujar Budianto, Kamis (31/7).
Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan modal, terutama untuk pembelian bahan baku. Saat ini, mereka masih mengandalkan bahan lokal yang dibeli dari Batam dan Jakarta.
”Untuk skala kami, impor bahan masih belum memungkinkan karena keterbatasan modal,” katanya.
Budianto optimistis, jika pemerintah memberi dukungan dan perusahaan-perusahaan di kawasan industri seperti BIE Lobam, Bintan Resort Lagoi, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang mulai rutin memesan produk mereka, maka Sentra Fashion Seri Kuala Lobam bisa berkembang dan bersaing secara sehat.
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan yang hadir langsung meninjau kegiatan di sentra tersebut, menyatakan siap memberikan dukungan. Salah satu bentuk dukungan adalah dengan mendorong pemesanan produk dari instansi atau perusahaan daerah.
”Kita siap memfasilitasi Sentra Fashion ini, mungkin melalui pemesanan produk tambahan dan bentuk dukungan lainnya,” ujar Roby. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO