Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Kota Batam kini memiliki destinasi wisata budaya baru yang menawarkan nuansa alami dan kaya akan kearifan lokal. Bertempat di kawasan hutan di Jalan Kartini, Tanjungriau, Sekupang, destinasi bernama Saung Budaya Batam ini resmi diluncurkan pada Kamis (31/7), dalam sebuah soft launching yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, bersama jajaran.
Tak sekadar objek wisata biasa, Saung Budaya Batam digagas sebagai rumah budaya yang hidup. Di tempat ini, seni tradisi dan warisan lokal tak hanya dilestarikan, tapi juga dipentaskan secara langsung kepada pengunjung—baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sejak kedatangan, pengunjung yang membeli tiket seharga Rp100.000 langsung disambut dengan pertunjukan seni yang memikat. Ada pencak silat Melayu, tari persembahan, tari bagurau, hingga musik tradisional. Tak hanya menonton, mereka juga diajak memainkan angklung—alat musik khas Indonesia yang sarat nilai edukatif.
“Sekarang arah pengembangan pariwisata adalah regeneratif. Jadi, pelestarian alam menjadi bagian penting dari setiap destinasi. Saung Budaya Batam ini contoh nyata bagaimana hutan bisa menjadi ruang pelestarian budaya dan lingkungan sekaligus,” ujar Ardiwinata.
Menurut Rudi, penggagas sekaligus pengelola Saung Budaya Batam, tempat ini baru berjalan sekitar dua bulan. Namun sambutan masyarakat sangat positif. “Beberapa minggu ini saja, sudah hampir 200 pengunjung dari Malaysia datang menikmati pertunjukan kami,” katanya bangga.
Dengan semangat unity in diversity, Saung Budaya Batam diharapkan menjadi ruang interaksi budaya yang dinamis—tempat para seniman, komunitas budaya, dan masyarakat luas dapat berbagi, belajar, dan menampilkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK