Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Bidan memiliki peran sentral dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat. Tak hanya mendampingi ibu hamil hingga proses persalinan, mereka juga bertugas memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan pelayanan imunisasi. Namun di Kabupaten Kepulauan Anambas, masih ada 23 dari total 52 desa yang belum memiliki bidan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan dan pendampingan rutin. Meski demikian, pelayanan dasar tetap berjalan dengan dukungan tenaga kesehatan lain seperti perawat yang ditugaskan di desa-desa tersebut.
“Memang masih ada desa yang belum memiliki bidan. Namun tetap ada tenaga kesehatan seperti perawat yang melayani masyarakat. Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas bidan yang ada,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Anambas, Muswandar, Kamis (31/7).
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas bidan dilakukan secara berkala melalui pembinaan dan pelatihan bersama puskesmas setiap bulan. Fokus utama pelatihan adalah penguatan bidang kesehatan masyarakat agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.
“Tiap bulan kami adakan pembinaan bersama puskesmas. Pembekalannya lebih ditekankan pada aspek kesehatan masyarakat,” katanya.
Lebih dari sekadar membantu persalinan dan memantau kehamilan (antenatal care), bidan juga bertugas memberikan imunisasi bagi bayi dan balita, menangani kasus darurat medis ringan, serta melakukan pencatatan dan pelaporan kesehatan di wilayah tugas mereka.
Meski keterbatasan masih dirasakan, Muswandar menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir tidak ditemukan kasus kematian ibu di Anambas. Hal ini menunjukkan bahwa layanan dasar kesehatan tetap berjalan dengan baik meski belum ideal.
Namun, persoalan lain yang turut menjadi kendala adalah kondisi geografis Anambas yang terdiri dari pulau-pulau kecil. Jarak tempuh dari puskesmas ke desa-desa terpencil tidaklah mudah, bahkan harus ditempuh dengan transportasi laut seperti perahu motor atau pompong.
“Mobilitas tenaga kesehatan cukup berat karena harus menempuh perjalanan laut. Tapi komitmen kami tetap kuat untuk memberikan pelayanan terbaik,” tegas Muswandar.
Ke depan, Dinas Kesehatan Anambas terus mendorong penambahan jumlah bidan, terutama untuk desa-desa yang hingga kini belum memiliki tenaga kebidanan. Harapannya, pelayanan kesehatan ibu dan anak bisa merata di seluruh wilayah kepulauan ini. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO