Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Produk halal nasional terbukti mampu bersaing di kancah internasional. Hal itu ditunjukkan dari potensi transaksi industri halal Indonesia di Mega Halal Bangkok 2025 pertengahan Juli mencapai USD 563 ribu.
Tidak hanya di sektor makanan dan minuman, di subsektor industri halal lain seperti fesyen dan kosmetik pun pelaku industri dalam negeri dinilai punya potensi.
Atase Perdagangan RI Bangkok Rafika Arfani mengatakan, produk halal seperti fesyen, kosmetik, dan dekorasi rumah banyak menarik pembeli internasional. Hal ini membuktikan produk lokal menunjukkan kemajuan industri halal.
”Tingginya antusiasme calon mitra usaha Thailand dan respons positif dari pengunjung pameran memberikan sinyal dan gambaran wajah industri halal Indonesia yang modern, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Industri lokal yang turut serta dalam pameran, Damakara di sektor fesyen dan PT Multi Indo Citra (Kaila), mencatatkan minat kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Taiwan, Arab Saudi, India, Tiongkok, Jepang, dan Kuwait.
Keberhasilan ini turut didukung kegiatan business matching dan forum diskusi yang efektif menjembatani produsen Indonesia dengan distributor serta pembeli potensial.
”Respons publik Bangkok atas produk lipstik dan lipbalm kami sangat baik. Banyak penawaran dari beberapa calon mitra distributor di Bangkok yang harus segera ditindaklanjuti setelah pameran,” ujar New Product Development Manager Kaila Felicia Indriani.
Total nilai perdagangan Indonesia-Thailand periode Januari-Mei 2025 adalah sebesar USD 7,86 miliar. Ekspor Indonesia ke Thailand tercatat sebesar USD 4,00 miliar dan impor dari Thailand USD 3,85 miliar. Indonesia surplus USD 147,10 juta terhadap Thailand.
Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Thailand mencatatkan nilai USD 17,44 miliar. Ekspor Indonesia ke Thailand tercatat sebesar USD 7,70 miliar dan impor dari Thailand USD 9,73 miliar.
Potensi ini akan menambah sederet komoditi ekspor ke Thailand. Sebelumnya, mayoritas ekspor ke negara tersebut didominasi produk alam seperti minyak, gas, hingga batu bara. Sedangkan, impor Indonesia dari Thailand, antara lain beras, bagian dan aksesori kendaraan bermotor, gula tebu atau gula bit dan sukrosa murni kimiawi dalam bentuk padat, polimer dari etilena dalam bentuk asal, dan kendaraan bermotor untuk pengangkutanbarang.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO