Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Di balik kendaraan niaga yang andal, selalu ada sistem layanan purna jual yang bekerja tanpa henti. Sebab dalam industri transportasi, kendaraan bukan hanya alat, melainkan jantung operasional bisnis.
Tanpa dukungan layanan purna jual yang kuat, kendaraan bisa berubah dari aset menjadi beban biaya. Inilah alasan mengapa Hino menjadikan inovasi layanan purna jual sebagai fokus utama mereka dalam ajang GIIAS 2025.
Melalui diskusi panel di arena GIIAS 2025, Kamis (31/7), Hino menegaskan peran penting layanan purna jual dalam menjaga keberlangsungan bisnis transportasi.
Hadir sebagai pembicara, Karen Benita (Dealer Development & Telematic Division Head Hino) dan Al Malik Masahiko Otsuka Mahpud (Direktur Lapangan & Teknik PT Primajasa Perdanarayautama) memaparkan bagaimana layanan berbasis digital kini menjadi kewajiban bagi efisiensi armada.
Berbeda dengan mobil penumpang pribadi, kendaraan niaga beroperasi secara intensif dan berkelanjutan. Setiap kerusakan, keterlambatan servis, atau kehilangan kendaraan berarti downtime-dan downtime berarti kerugian langsung, mulai dari terganggunya distribusi barang, ketidaktepatan jadwal transportasi, hingga potensi kehilangan pelanggan.
Tak hanya itu, kendaraan niaga juga menghadapi risiko lebih tinggi terkait keselamatan. Keausan komponen lebih cepat, dan kesalahan pengoperasian oleh pengemudi bisa berdampak besar. Maka, pemantauan berkala, diagnosis dini, serta pengelolaan armada secara digital menjadi kebutuhan, bukan lagi opsi.
”Dalam bisnis transportasi, waktu dan keandalan adalah segalanya. Layanan purna jual yang responsif dan proaktif menentukan apakah armada menjadi sumber keuntungan atau justru titik kerugian,” tegas Karen Benita.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Hino mengembangkan aplikasi My Hino. Lewat satu platform digital, pelanggan dapat melakukan booking service, mengecek riwayat perawatan, melihat ketersediaan suku cadang, hingga membaca manual kendaraan.
Fitur unggulan seperti auto-register kendaraan dan katalog digital memberi kemudahan bagi perusahaan dalam mendata aset mereka secara real-time.Aplikasi ini diyakini membantu perusahaan besar mengelola ratusan unit dengan sistematis, sekaligus menghindari keterlambatan perawatan berkala yang bisa berdampak fatal.
Transformasi layanan purna jual di sektor kendaraan niaga kini bergerak dari pola reaktif menjadi prediktif. Bukan lagi sekadar memperbaiki kendaraan yang rusak, tapi mencegah kerusakan terjadi.
”Melalui Solusi integrasi dengan Hino Apps, kami bisa meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang,” ujar Al Malik. (***)
Reporter : JP Group
Editor : Andriani Susilawati