Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Kepolisian mengingatkan para orangtua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, khususnya di luar jam sekolah. Imbauan ini disampaikan menyusul keributan yang melibatkan sejumlah remaja di kawasan Sagulung. Salah satu dari mereka diketahui masih duduk di bangku sekolah.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, melalui Kanit Reskrim Iptu Anwar Aris, menegaskan pentingnya peran orangtua dalam mengontrol aktivitas anak, terutama saat malam hari. Ia mengimbau agar anak tidak dibiarkan berkeliaran di jalan pada malam hari, karena berisiko menjadi korban atau bahkan pelaku kenakalan remaja.
“Mohon betul perhatian orangtua. Jangan biarkan anak keluar malam, apalagi sampai diberi kendaraan sendiri padahal belum memiliki SIM. Ini bisa menjadi pemicu tindak kejahatan atau kecelakaan,” ujar Iptu Aris, Minggu (27/7).
Ia menambahkan, pihaknya prihatin karena salah satu remaja yang terlibat dalam keributan di kawasan Saguba ternyata masih aktif bersekolah. Menurutnya, hal itu menunjukkan minimnya pengawasan terhadap aktivitas remaja di luar jam belajar.
Pihak kepolisian terus melakukan langkah preventif, seperti patroli rutin dan pembinaan ke sekolah-sekolah. Namun, menurut Aris, semua itu harus dibarengi dengan peran aktif orangtua di rumah.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, juga sebelumnya telah mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mendidik dan menjaga anak-anak. Ia menilai, memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur bukanlah bentuk kasih sayang, melainkan justru membuka peluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sayang anak itu bukan dimanjakan, tapi dijaga dan dibimbing. Jangan berikan kebebasan berlebihan, apalagi dalam bentuk kendaraan. Mereka belum siap secara mental maupun hukum,” tegas Kombes Zaenal.
Pihak kepolisian juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang melihat aktivitas mencurigakan atau kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban umum.
Sementara itu, pihak sekolah dan tokoh masyarakat juga diminta lebih aktif dalam memberikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja dan pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
Dengan pengawasan ketat dari orangtua, dukungan dari sekolah, serta keterlibatan aparat dan masyarakat, diharapkan remaja di Batam—khususnya di Sagulung—dapat terhindar dari pengaruh negatif dan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK