Buka konten ini

LEVERKUSEN (BP) – Skuad Bayer Leverkusen saat memenangi Bundesliga dua musim lalu (20232024) dengan rekor tidak terkalahkan (28 kali menang dan 6 kali seri), seperti memori yang cepat terhapus. Sebab, saat ini, skuad bersejarah itu sudah tercerai berai mulai dari pelatih sampai pemain.
Pelatih Xabi Alonso sudah pergi untuk menangani Real Madrid. Para pemain pilar Leverkusen pun satu per satu ikut pergi. Gelandang serang Florian Wirtz dan wingback kanan Jeremie Frimpong pindah ke juara Premier League Liverpool FC. Bek tengah Jonatan Tah ke Bayern Munchen dan gelandang bertahan Granit Xhaka kembali ke Inggris memperkuat Sunderland AFC.
Tidak berhenti sampai di situ. Kapten sekaligus kiper Lukas Hradecky diklaim sudah mencapai kesepakatan personal dengan AS Monaco. Itu berarti Leverkusen kehilangan dua kiper sekaligus setelah Matej Kovar dipinjamkan ke PSV Eindhoven.
Yang terbaru, lini depan Leverkusen bisa melengkapi eksodus besar-besaran itu. Striker Patrik Schick tergoda untuk meninggalkan klub yang dibelanya selama lima tahun terakhir tersebut.
Berbicara kepada Sky Deutschland, Schick menganggap kepergian sederet pilar klub saat meraih Meisterschale dua musim lalu telah mengubah atmosfer ruang ganti.
“Tanpa mereka, saat ini kami seperti tidak dalam posisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara lagi,” ucap Schick.
Pernyataan Schick tentu tidak akan disukai der trainer baru Leverkusen Erik ten Hag. Mantan pelatih Manchester United dan AFC Ajax itu sudah menambal hengkangnya pemain pilar dengan mendatangkan delapan pemain baru. Hanya, memang tidak ada di antara mereka yang bisa masuk kategori pemain top.
Pembelian termahal adalah gelandang serang PSV Eindhoven Malik Tillman dan bek tengah muda (22 tahun) Liverpool FC Jarell Quansah. Masing-masing menyedot biaya transfer EUR35 juta (Rp659 miliar). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG