Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Lubang besar yang menganga di Jalan Laksamana Bintan, tepatnya di dekat jalur putar balik (U-Turn) depan Pos Damkar Seipanas, menjadi ancaman serius bagi pengendara. Kondisi jalan yang rusak parah di titik tersebut bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tapi juga membahayakan keselamatan, terutama saat malam hari ketika jarak pandang terbatas.
Pantauan Batam Pos di lokasi menunjukkan, lubang berdiameter hampir satu meter itu berada tepat di jalur yang dilintasi kendaraan roda dua dan empat. Beberapa pengendara terlihat menghindar mendadak agar tak terperosok, sementara permukaan jalan di sekitarnya tampak bergelombang dan tergerus di banyak bagian.
“Kalau malam susah kelihatan, apalagi kalau hujan. Bisa langsung masuk lubang kalau tidak hafal posisi jalannya,” kata Cecep, salah seorang pengendara motor yang setiap hari melintasi rute tersebut, Selasa (29/7).
Ia mengatakan, kerusakan itu sudah terjadi sejak lama, namun belum ada penanganan serius dari pemerintah. Tak jauh dari lokasi tersebut, kondisi jalan di sekitar Patung Kuda juga tak kalah memprihatinkan. Kontur jalan yang naik-turun, bergelombang, serta aspal yang mengelupas, membuat laju kendaraan menjadi tidak stabil.
“Bukan cuma lubang besar, jalan di sekitar Patung Kuda Seipanas itu juga kayak ombak. Engggak rata, naik-turun, bikin motor oleng,” tambah Cecep.
Kawasan Seipanas, termasuk Jalan Laksamana Bintan, sebenarnya telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan infrastruktur oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA). Sekitar dua bulan lalu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke ruas jalan tersebut.
Namun, hingga akhir Juli 2025, belum terlihat progres yang signifikan. Kondisi itu membuat warga mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan utama, akses ribuan kendaraan setiap hari,” ucap Cecep lagi.
Warga berharap janji pemerintah, khususnya DBM-SDA, bisa segera direalisasikan. Selain membahayakan pengendara, kondisi jalan rusak juga berdampak ekonomi, seperti kerusakan kendaraan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga DBM-SDA Batam, Dohar Mangalando, mengatakan bahwa proyek perbaikan di ruas itu sudah mulai berjalan. Menurut dia, proses kontrak telah rampung dan saat ini masuk tahap joint survey.
“Sudah kontrak dan sudah bekerja. Joint survey juga sudah dilakukan. Kita minta supaya dikerjakan secepatnya. Yang jelas, tidak lewat dari tahun anggaran proyek ini harus selesai,” ujar Dohar.
Ia meminta masyarakat bersabar, sebab pengerjaan jalan rusak di Batam dilakukan bertahap sesuai arahan kepala daerah dan skala prioritas.
“Ini sesuai arahan Pak Wali (Amsakar) dan Bu Wakil (Li Claudia), berdasarkan keluhan masyarakat. Selain memperbaiki jalan, kita juga mendesain ulang median agar lebih sempurna. Pak Wali dan Bu Wakil sejak awal sudah ikut survei untuk menata kawasan itu,” tambahnya.
Pemotor Terjungkal, Warga Tancap Pohon Pisang
Seorang pengendara motor terjungkal saat melintasi ruas Jalan S Parman, Seibeduk, Batam, Senin (28/7) malam. Korban, yang merupakan pekerja yang masuk malam, terperosok ke dalam lubang besar yang telah lama dikeluhkan warga.
Kejadian bermula saat korban melaju dari arah Mukakuning menuju Seibeduk melalui pintu IV kawasan industri Batamindo. Karena kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan, korban tidak sempat menghindar.
“Langsung jatuh karena tidak lihat ada lubang,” tutur Alamsyah, warga sekitar.
Meski hanya mengalami luka ringan, sepeda motor korban mengalami kerusakan di bagian depan. Warga menyebut, lubang tersebut terbentuk akibat kebocoran pipa air di sisi jalan. Air mengalir ke badan jalan dan menggerus permukaan aspal. Seiring tingginya aktivitas kendaraan, termasuk truk dan kendaraan berat, lubang pun makin melebar.
Dalam beberapa pekan terakhir, lubang itu telah menyebabkan beberapa kecelakaan. Warga mengaku sudah berulang kali mengadukan kondisi jalan tersebut ke instansi terkait, namun belum ada penanganan memadai.
Sebagai bentuk peringatan darurat, warga menanam pohon pisang di tengah lubang agar pengendara bisa lebih waspada. “Biar mencolok, supaya pengendara sadar itu lubang. Sudah banyak yang jatuh,” kata Sumardi, warga lainnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam sebelumnya menyatakan bahwa perbaikan jalan masih dilakukan bertahap sembari menunggu anggaran perbaikan total. Namun, warga menilai respons itu terlalu lamban dan berisiko membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat mendesak Pemko Batam untuk segera mengambil tindakan nyata. Jalan S Parman merupakan akses utama menuju Seibeduk dan tidak layak dibiarkan rusak terlalu lama. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK