Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pulau Siantan di Kabupaten Kepulauan Anambas mulai merasakan dampak serius musim kemarau panjang. Sumber air utama di Bukit Tabir mengalami penyusutan debit, sehingga distribusi air bersih ke rumah-rumah warga terganggu.
Biasanya, air mengalir setiap dua hari sekali. Namun, sejak debit terus menyusut, distribusi hanya bisa dilakukan setiap empat hari sekali.
“Kita lakukan perubahan jadwal distribusi karena debit air menipis. Supaya adil dan merata, sekarang air dialirkan empat hari sekali,” ujar Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Anambas, Doni Noviandi, Selasa (29/7).
Ia mengatakan, pihaknya sedang berupaya mengoptimalkan pasokan air dengan membersihkan area sekitar mata air. Harapannya, aliran air ke bak penampungan dapat kembali lancar.
“Agar air bisa terus mengalir ke bak penampung,” imbuh Doni.
Kondisi ini paling terasa di kawasan Tarempa Selatan. Icha, salah seorang warga, mengaku kesulitan karena air kini jarang mengalir. Saat air tersedia, ia harus menampung sebanyak mungkin untuk kebutuhan sehari-hari.
“Air sekarang hidupnya lama sekali. Kami harus hemat dan menampung sebanyak mungkin. Mudah-mudahan segera turun hujan supaya tidak makin parah,” ucapnya.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan tetap tenang menghadapi situasi ini. Bila musim kering terus berkepanjangan, distribusi air bersih dengan mobil tangki akan disiapkan sebagai langkah antisipasi. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO