Buka konten ini

YERUSALEM (BP) – Israel berencana setiap hari memberikan jeda serangan ke Gaza dengan maksud memberikan keleluasaan bantuan masuk. Isu bantuan makanan yang sulit masuk Gaza masih jadi perbincangan publik.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Muwasi akan diberikan jeda dalam perang untuk membantu meningkatkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Jeda ini akan diulang setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 waktu setempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.
”Apa pun jalan yang kita pilih, kita harus tetap mengizinkan masuknya pasokan kemanusiaan yang sangat minim,” ujar Netanyahu seperti dilansir dari The Guardian. Sejauh ini dia telah mendapat tekanan dari anggota sayap kanan koalisinya yang menginginkan pendekatan yang lebih keras di Gaza.
Namun, sesaat setelah jeda kemanusiaan dimulai, Israel melancarkan serangan udara terhadap sebuah gedung di Kota Gaza. Kejadian ini menewaskan seorang wanita dan keempat anaknya.
Israel juga mengatakan akan membangun koridor kemanusiaan untuk memungkinkan PBB mengirimkan makanan dan obat-obatan ke Gaza. Selain itu juga menyalakan listrik ke pabrik desalinasi untuk menyediakan air.
Tidak Percaya
Warga Palestina tidak lantas senang. Mereka waspada karena tidak percaya bahwa Israel ingin membebaskan mereka dari cengkeraman kelaparan. ”Membuka perlintasan kemanusiaan untuk memungkinkan masuknya bantuan tidak akan mengubah apa pun di lapangan, meskipun berlanjut selama satu atau dua minggu, karena krisis kemanusiaan dan kelaparan di Gaza telah melampaui semua ekspektasi,” kata salah satu warga setempat Eyad al-Banna.
Kepala bantuan PBB Tom Fletcher mengatakan ada pelonggaran yang dilakukan oleh Israel. Minggu (27/7) lebih dari 100 truk bantuan telah dikumpulkan dari titik-titik penyeberangan untuk diangkut ke Gaza. ”Ini merupakan kemajuan, tetapi bantuan dalam jumlah besar masih dibutuhkan untuk mencegah kelaparan dan krisis kesehatan yang dahsyat,” ujarnya.
Desa Kristen Palestina Diteror
Sekelompok warga Israel dengan sengaja menyerang desa Palestina Taybeh yang notabene dihuni mayoritas warga Kristen. Dilansir dari Al Jazeera, di wilayah Tepi Barat ini, ada 1.300 warga palestina beragama Kristen.
Warga Israel yang menyerang membakar kendaraan Palestina dan menyemprotkan cat untuk membentuk kata-kata provokatif yang rasis. Seorang warga Taybeh mengatakan serangan dimulai 02.00 waktu setempat. Hingga berita ini ditulis, dua kendaraan telah dibakar.
”Para warga kolonial Israel melancarkan serangan teror malam di desa Kristen Palestina, Taybeh (Ramallah), membakar kendaraan warga Palestina dan menyemprotkan grafiti berisi ancaman rasis dalam bahasa Ibrani di rumah dan properti,” tulis pernyataan Otoritas Palestina via media sosial X.
Badan pemerintah Palestina via media sosial X membagikan sebuah foto yang menunjukkan coretan grafiti di dinding salah satu bangunan di Taybeh. Tulisannya Al-Mughayyir yang artinya Anda akan menyesal. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO