Buka konten ini


KARIMUN (BP) – Program bantuan pangan berupa beras untuk keluarga tidak mampu kembali digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) tahun ini. Setelah sempat terhenti tahun lalu, program tersebut kini menyasar 9.867 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Karimun sebagai penerima bantuan.
“Program ini memang sudah pernah dijalankan pada tahun lalu. Bedanya, kalau dulu penyalurannya melalui PT Pos Indonesia, sekarang langsung ditangani oleh Bulog,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, kepada Batam Pos, Senin (28/7).
Menurutnya, data penerima bantuan beras ini bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikirim oleh Bapanas ke Bulog. Bantuan disalurkan untuk dua bulan, yakni Juni dan Juli, dengan alokasi 10 kilogram beras jenis medium per KK setiap bulan. Penyaluran sudah dimulai pekan lalu, salah satunya di Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, serta wilayah Pulau Kundur.
“Penyalurannya dilakukan bertahap. Bulog yang langsung menyalurkan, bekerja sama dengan pihak kelurahan dan desa karena mereka yang paling tahu siapa saja penerima di wilayah masing-masing. Jadi, setiap KK menerima sekaligus 20 kilogram beras,” jelas Sukrianto.
Sesuai instruksi pemerintah pusat, Dinas Pangan dan Pertanian bertugas melakukan uji visual terhadap beras sebelum didistribusikan. Pemeriksaan ini untuk memastikan kualitas beras dalam kondisi baik, bersih, dan bebas kutu sehingga layak dikonsumsi.
“Beras bantuan yang disiapkan Bulog untuk Kabupaten Karimun sebanyak 197,34 ton atau setara 197.340 kilogram. Semuanya sudah tersedia di gudang Bulog dan sudah kami uji kelayakannya,” imbuhnya.
Dari total penerima bantuan, yang terbanyak berasal dari Kecamatan Kundur Barat dengan 1.423 KK, disusul Kecamatan Buru sebanyak 1.276 KK, dan Kecamatan Kundur sebanyak 1.100 KK. Sementara jumlah penerima terendah tercatat di Kecamatan Ungar (145 KK), Selat Gelam (435 KK), dan Kecamatan Karimun (442 KK). (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO