Buka konten ini

Polsek Sagulung terus mendalami kasus keributan antarkelompok remaja yang menghebohkan warga di kawasan Saguba, Sagulung, akhir pekan lalu. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mulai merangkai kronologi lengkap dari tiga peristiwa yang terjadi di dua lokasi berbeda.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, melalui Kanit Reskrim Iptu Anwar Aris, menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari salah paham yang berujung pada bentrokan terbuka.
“Ada dua laporan masuk. Dari situ kami mulai mendapatkan gambaran runtutan kejadian yang saling berkaitan,” ujar Aris, Senin (28/7).
Peristiwa pertama terjadi di kawasan Blok J. Saat itu, dua remaja—Ys dan Fr—baru pulang dari pasar kaget. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan Ra. Fr yang mengendarai sepeda motor sambil standing hampir mengenai Ra, hingga akhirnya terjadi cekcok mulut.
“Cekcok itu berkembang jadi perkelahian antara Ys dan Ra. Tapi berhasil dilerai oleh Fr,” jelas Aris.
Tak terima dengan kejadian tersebut, Ra mengajak lima rekannya mendatangi rumah Ys di Blok P. Peristiwa kedua pun terjadi. Kehadiran kelompok itu menarik perhatian warga sekitar, termasuk ayah Ys.
“Ra sempat diamankan oleh warga, tapi kemudian dilepaskan kembali,” kata Aris.
Namun, konflik tak berhenti di sana. Masih dipenuhi emosi, Ra kembali memanggil lebih banyak teman. Beberapa di antaranya bahkan datang sambil membawa senjata tajam. Mereka kembali mendatangi rumah Ys, yang rupanya sudah bersiap dengan kelompoknya sendiri.
“Keributan tak terelakkan. Kl, salah satu rekan Ra, mengalami luka di tangan akibat sabetan benda tajam,” ungkap Aris.
Atas insiden itu, kedua kelompok sama-sama melaporkan kasus ini ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Delapan saksi telah diperiksa sejauh ini, terdiri atas satu remaja dan tujuh orang dewasa.
“Keterangan saksi masih kami dalami. Ini kasus sensitif yang melibatkan dua kelompok pemuda, jadi kami tangani secara profesional, adil, dan transparan sesuai fakta di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan, untuk mengamankan situasi dan mencegah kerusuhan meluas.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak sendiri. Proses hukum sedang berjalan. Jika ada upaya penyelesaian, tetap harus mengedepankan keadilan dan ketertiban bersama,” pungkasnya. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK