Buka konten ini

Di tengah tren peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan baru, satu pertanyaan terus muncul: bagaimana dengan mobil lama yang akan ditinggalkan?
Menjual sendiri bukan tanpa risiko, dari proses panjang hingga potensi harga yang tidak sesuai harapan, belum lagi harus ribet ini dan itu seperti calo dan oknum nakal yang membahayakan dengan modus segitiga.
Di sisi lain, banyak yang masih ragu terhadap layanan tukar tambah karena minim transparansi.
Dalam konteks itu, skema trade-in atau tukar tambah mulai kembali dilirik sebagai solusi praktis, terutama saat digandengkan dengan momen seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang membuka banyak peluang untuk upgrade kendaraan.
Salah satu layanan yang tampil dalam pameran ini adalah OLXmobbi, yang berpartisipasi sebagai mitra tukar tambah resmi. Di luar penawaran promosi yang dibawa, partisipasi mereka menarik perhatian karena mengangkat isu yang sering diabaikan: kerumitan menjual mobil lama secara mandiri.
Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi, mengungkapkan bahwa salah satu persoalan umum yang dihadapi konsumen saat ingin membeli mobil baru adalah ketidakpastian soal mobil lamanya.
”Yang bikin mumet itu, apakah mobil lama bisa dipastikan terjual secara cepat dengan harga yang tepat. Proses yang ribet justru bisa menimbulkan biaya tambahan,” ujarnya dalam media gathering di arena GIIAS 2025.
Lewat layanan inspeksi langsung di lokasi pameran, pengunjung dapat melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan dan mendapatkan estimasi harga dalam waktu singkat.
Bagi sebagian orang, skema seperti ini bisa jadi jalan tengah antara menjual sendiri dan menggunakan jasa pihak ketiga yang tidak selalu kredibel.
Munculnya layanan seperti ini menunjukkan adanya celah dalam proses jual beli kendaraan bekas di Indonesia: kebutuhan akan sistem yang lebih transparan, cepat, dan aman.
Dan meski trade-in belum menjadi pilihan utama sebagian besar konsumen, kehadirannya di pameran besar seperti GIIAS setidaknya menandai bahwa opsi ini semakin mendapat tempat dalam ekosistem otomotif nasional.
Dengan kemudahan proses yang ditawarkan dan meningkatnya kesadaran konsumen soal keamanan transaksi, trade-in bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan, bukan hanya sebagai fasilitas tambahan, tapi sebagai bagian dari perencanaan matang saat mengganti kendaraan.(***)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny