Buka konten ini

BATAM (BP) – Pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) II di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti. Pantauan di lapangan, Sabtu (27/7), proyek tersebut baru sampai tahap fondasi dan tiang bangunan, tanpa terlihat adanya aktivitas konstruksi lanjutan.
Padahal, proyek ini telah direncanakan sejak dua tahun lalu dan mulai dikerjakan awal 2024. Namun, karena keterbatasan anggaran, pengerjaan terhenti setelah struktur awal rampung. Hingga kini, belum ada tanda-tanda pembangunan akan dilanjutkan, meskipun harapan masyarakat terus menguat.
Warga Seibeduk sangat berharap proyek ini segera dirampungkan. Ketersediaan SLB di wilayah mereka dinilai penting untuk mengakomodasi anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah. ”Kami sangat berharap sekolah ini segera diselesaikan. Anak-anak kami harus ke Batam Center, jauh dan tidak semua mampu ke sana. Di sini lahannya sudah ada, tapi bangunannya belum selesai-selesai,” ujar Sulaiman, tokoh masyarakat Seibeduk.
Saat ini, satu-satunya SLBN di Kota Batam memang berada di Batam Center. Kondisi ini menyulitkan banyak keluarga di kawasan hinterland seperti Seibeduk, Sagulung, dan Batuaji yang membutuhkan fasilitas pendidikan khusus dengan akses lebih dekat.
Diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri harus melalui perjuangan panjang untuk mendapatkan lahan pembangunan SLBN II ini. Awalnya, sekolah direncanakan dibangun di Kecamatan Batuaji, tepatnya di fasilitas umum Perumahan Taman Pesona Indah (TPI), namun ditolak warga. Upaya kedua di lahan Kelurahan Seilekop, Sagulung, juga mendapat penolakan. Baru kemudian, lahan di Kelurahan Mangsang, Seibeduk, disetujui masyarakat dan mendapat restu dari BP Batam.
Kepala Bidang SLB Dinas Pendidikan Kepri, Siti Hidayati Rochmah, menyatakan pihaknya berencana melanjutkan pembangunan tahun ini dengan target empat ruang kelas. Sisanya, termasuk pemasangan batumiring untuk memperkuat struktur di lereng bukit, akan dilanjutkan tahun depan.
”Kami sudah ajukan anggaran tambahan. Harapannya, empat ruang bisa selesai tahun ini,” ujarnya.
Tahun ini, jumlah peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SLB di Batam mencapai 89 orang. Namun, karena keterbatasan daya tampung, hanya 79 siswa yang diterima, termasuk empat dari jalur mutasi. Ini menunjukkan kebutuhan akan SLB di Batam semakin mendesak.
Warga berharap pembangunan SLBN II Seibeduk bisa segera dilanjutkan demi pemerataan akses pendidikan untuk semua kalangan. ”Pendidikan anak berkebutuhan khusus itu bukan pilihan, tapi kewajiban negara. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” tegas Elias, warga lainnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG