
PHNOM PHEN (BP) – Kamboja mendesak gencatan senjata tanpa syarat kepada Thailand setelah bentrokan bersenjata di perbatasan kedua negara memasuki hari ketiga dan menewaskan sedikitnya 32 orang. Sementara itu, Thailand menyatakan terbuka untuk menyelesaikan krisis ini melalui jalur diplomatik, termasuk dengan bantuan Malaysia.
Dilansir dari The Guardian, Sabtu (26/7), Duta Besar Kamboja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Chhea Keo, mengatakan negaranya menyerukan ”gencatan senjata segera tanpa syarat” serta solusi damai atas sengketa perbatasan yang memicu eskalasi bersenjata sejak Kamis (24/7) lalu. Seruan ini disampaikan usai pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB yang dihadiri perwakilan dari Kamboja dan Thailand.
Bentrokan terbaru dilaporkan kembali terjadi pada Sabtu (26/7) pagi, menyusul pecahnya kekerasan berskala besar di perbatasan sejak Kamis. Konflik ini melibatkan serangan udara, artileri berat, tank, dan pasukan darat. Situasi yang memburuk itu memaksa Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat guna membahas krisis yang kian mengancam stabilitas kawasan.
Menurut laporan The Guardian, jumlah korban jiwa akibat konflik ini telah mencapai 32 orang. Di pihak Thailand, 19 orang tewas sebagian besar adalah warga sipil termasuk enam tentara dan 13 warga sipil. Sebanyak 138.000 orang telah dievakuasi dari wilayah perbatasan, menurut data Kementerian Kesehatan Thailand. Selain itu, 29 tentara dan 30 warga sipil mengalami luka-luka.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja menyebutkan bahwa total korban jiwa di pihak mereka mencapai 13 orang. Jumlah itu termasuk tujuh warga sipil dan lima tentara yang tewas pada hari kedua bentrokan, serta satu warga sipil yang tewas pada hari pertama akibat roket Thailand menghantam pagoda tempat ia berlindung. Lebih dari 23.000 warga juga telah dievakuasi dari daerah perbatasan di sisi Kamboja.
Thailand menyatakan siap berdialog, bahkan melalui fasilitasi Malaysia yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN.
”Kami siap berdiplomasi, secara bilateral atau melalui Malaysia. Namun sejauh ini kami belum menerima tanggapan dari Kamboja,” ujar juru bicara Kemen Thailand, Nikorndej Balankura. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol