Buka konten ini

STAVELOT (BP) – Lewis Hamilton dan Max Verstappen adalah dua pembalap aktif tersukses di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia. Hamilton telah menang di sana sebanyak lima kali, termasuk saat masih mengendarai Mercedes tahun lalu. Sementara, Verstappen memenanginya sebanyak tiga kali, secara berturut pada 2021-2023.
Akan tetapi, perhatian utama dalam Grand Prix Belgia akhir pekan ini jelas bukan hanya tertuju pada mereka. Sama seperti beberapa balapan sebelumnya, dua pembalap McLaren Lando Norris dan Oscar Piastri tetap muncul sebagai unggulan utama.
Kebetulan, McLaren sedang dalam performa positif. Dalam dua balapan terakhir di Red Bull Ring (Austria) dan Silverstone (Inggris), Norris dan Piastri selalu berhasil finis satu-dua. McLaren pun ingin melanjutkan tren positif itu.
“Menang di Silverstone rasanya luar biasa, tapi sekarang fokus saya sepenuhnya tertuju padadouble-header(di Belgia dan Hungaria). Kami termotivasi dan fokus untuk mempertahankan momentum,” kata Norris dikutip dari laman resmi McLaren.
Khusus bagi Norris, kemenangan berturut di Austria dan Inggris menambah kepercayaan dirinya. Norris kini berhasil memangkas jarak dengan Piastri menjadi hanya delapan poin. “Saya sekarang lebih memahami segalanya. Saya merasa bisa lebih mengancam (Piastri) sekarang,” kata Norris se perti dikutip dari Motorsport.
Meski begitu, kepercayaan diri bisa jadi tidak akan cukup di Spa-Francorchamps. Apalagi, faktor cuaca berpotensi mengubah jalannya balapan. Meski potensi hujan hanya 20 persen. Baik saat sprint hari ini dan race utama esok. Tapi cuaca di Spa-Francorchamps bisa berubah setiap saat, dan turun hanya di beberapa titik tertentu sirkuit.
Selain itu, Piastri, tentu juga ingin kembali ke jalur kemenangan dan meraih victory keenamnya musim ini.
Sinyalnya juga positif. Saat sesi latihan pertama Jumat (25/7) kemarin, Piastri berhasil jadi yang tercepat, dengan keunggulan yang meyakinkan. Yakni, 0,404 detik dari pembalap Red Bull Max Verstappen dan juga 0,504 detik dari Norris. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG