Buka konten ini
BATAM (BP) – Kinerja ekspor Kota Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, BP Batam mencatat penerbitan sebanyak 17.367 dokumen Surat Keterangan Asal (SKA) untuk produk ekspor, dengan total nilai Free on Board (FOB) mencapai 3,5 miliar dolar AS (USD).
Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa Batam tetap menjadi gerbang utama ekspor nasional, khususnya di wilayah barat Indonesia. “Ke depan, kami ingin proses penerbitan SKA lebih cepat, lebih transparan, dan semakin mudah diakses oleh pelaku usaha,” ujarnya, Senin (22/7).
Di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, BP Batam berkomitmen memperkuat layanan ekspor melalui digitalisasi dan integrasi data. Langkah ini tak hanya bertujuan memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjaga iklim usaha tetap kondusif di kawasan industri.
“SKA bukan sekadar dokumen biasa. Ini menjadi kunci untuk mengakses berbagai fasilitas tarif preferensi di pasar internasional. Karena itu, pemahaman yang benar soal aturan asal barang sangat penting,” kata Sudirman.
Sebagai bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), Batam memiliki posisi strategis dan infrastruktur pelabuhan yang memadai. Menurut Sudirman, koordinasi lintas instansi menjadi hal mutlak agar layanan ekspor tidak terhambat oleh kendala administratif di lapangan.
“Kami ingin proses ekspor dari Batam tidak hanya cepat, tetapi juga berdaya saing secara global,” ucapnya. “Harapan kami, ekspor dari Batam terus tumbuh dan produk-produk dari Batam bisa bersaing lebih kuat di pasar internasional,” tambahnya. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG