Buka konten ini

Tak banyak yang tahu, di balik gemerlap Asian Games Jakarta-Palembang 2018, ada peran tenaga kesehatan yang bekerja di balik layar. Salah satunya Muhammad Avib Rudal Kurniawan, terapis olahraga yang berdomisili di Kota Tanjungpinang.
LELAKI itu akrab disapa Mas Avib. Ia menjadi bagian dari tim medis nasional yang menangani cedera atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Alhamdulillah, saya lolos seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari tim medis Asian Games,” kenang pria 41 tahun asal Kediri itu kepada Batam Pos, akhir pekan lalu.
Avib terbang dari Tanjungpinang ke Palembang setelah mendapat informasi pendaftaran dari rekannya. Ia menjalani serangkaian tes seleksi yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Berbekal keahlian menangani dislokasi, cedera otot, pemulihan pasca cedera, hingga peningkatan stamina atlet, ia lolos seleksi dan resmi bergabung sebagai terapis. “Saya ditugaskan menangani semua cabang olahraga. Saat itu kami standby di Clinic Center Asian Games,” ucapnya.
Selama sebulan bertugas di Palembang, Avib jadi tumpuan para atlet untuk kembali pulih. Ia menangani pemain sepak bola, voli pantai, dayung, hingga panjat tebing.
Meski tak pernah muncul di layar televisi, ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan atlet-atlet Indonesia meraih medali. “Melihat mereka bisa bertanding lagi setelah saya terapi, rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya.
Atas dedikasinya, Avib diganjar pin kehormatan dari Kemenkes RI. “Semua ini berkat ketekunan, disiplin, dan keinginan untuk terus belajar,” ucapnya.
Hijrah ke Tanjungpinang, Dirikan Klinik Terapi Mandiri
Perjalanan Avib sebagai terapis dimulai sejak 2008 di Kediri. Ia belajar dari almarhum dosennya, Dr Slamet Junaidi, hingga terbiasa menekan titik-titik nyeri dan cedera pada pasien.
Pada 2017, hidup membawanya hijrah ke Tanjungpinang. Awalnya hanya sekadar berkunjung dan ngopi, namun takdir berkata lain. Ia memutuskan menetap dan membuka klinik terapi di rumahnya.
“Namanya perjalanan hidup, penuh teka-teki. Akhirnya saya tinggal di Tanjungpinang,” ujarnya.
Klinik terapi itu berada di Perumahan Pesona Alam Mutiara, Blok D Nomor 1, Jalan Radar, Tanjungpinang Timur. Di sana, Avib melayani terapi otot, cedera olahraga, hingga bekam dan pengobatan penyakit seperti kolesterol, asam urat, vertigo, migrain, hingga patah tulang.
Tak sendiri, Avib dibantu dua asistennya: Syaifullah dan Muhammad Farhan Naufal. “Mereka bukan hanya pembantu terapi. Mereka murid, sahabat, sekaligus penerus profesi ini,” kata alumni Universitas Nu-santara PGRI (UNP) Kediri itu.
Avib juga tak mematok tarif tetap untuk pasien. “Saya terima seikhlasnya. Kecuali untuk paket pengobatan sampai sembuh,” tuturnya.
Menurutnya, profesi sebagai terapis adalah bentuk ibadah. “Saya hanya berikhtiar. Karena hakikatnya, kesembuhan itu datang dari Allah,” tutupnya. (***)
Laporan: Yusnadi Nazar
Editor: RYAN AGUNG