Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menjamin layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terus diperkuat. Tahun depan, anggaran untuk program Bantuan Kesehatan Daerah (Bankesda) naik signifikan menjadi Rp71,8 miliar. Kenaikan ini sekitar Rp27 miliar dibandingkan anggaran tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan sebagian besar anggaran dialokasikan untuk membayar premi BPJS Kesehatan warga.
“Dari total anggaran Bankesda sebesar Rp71,8 miliar lebih, sekitar Rp65,1 miliar digunakan untuk pembayaran premi BPJS Kesehatan masyarakat,” ujar Didi, Senin (21/7).
Kenaikan ini dilakukan melalui APBD Perubahan 2025. Alasannya, jumlah peserta terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan layanan. Karena itu, cakupan program Bankesda juga diperluas.
“Kebutuhan layanan meningkat, masyarakat yang terbantu juga bertambah. Kita perluas cakupannya agar semakin banyak yang bisa dilayani,” ucapnya.
Selain untuk pembayaran premi, anggaran Bankesda juga digunakan untuk bantuan pengobatan rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit senilai Rp6,59 miliar. Ada juga alokasi bantuan transportasi pasien rujukan ke luar daerah sebesar Rp67 juta dan bantuan akomodasi Rp108 juta.
Saat ini, Pemko Batam telah menjalin kerja sama dengan 13 rumah sakit, baik di dalam maupun luar daerah. Termasuk dua rumah sakit jiwa, masing-masing di Tanjung Uban (Bintan) dan Pekanbaru (Riau).
Beberapa rumah sakit yang menjadi mitra Bankesda antara lain RSUD Embung Fatimah, RSBP Batam, RS Harapan Bunda, RS Soedarsono, RS Bhayangkara, RS Elisabeth Batam Kota, RS Keluarga Husada, RS Graha Hermine, RS Charis Medika, RS Kasih Sayang Ibu, RS Budi Kemuliaan, RS Tanjung Uban, dan RS di Pekanbaru.
Menurut Didi, Dinkes terus membuka ruang bagi rumah sakit lain yang ingin bergabung agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan.
“Sebagian besar rumah sakit besar di Batam sudah ikut serta. Tapi kami tetap mendorong kerja sama dengan rumah sakit lainnya,” ucapnya.
Ia berharap, dengan meningkatnya anggaran dan makin luasnya jaringan rumah sakit mitra, kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Batam juga semakin baik dan merata.
“Ini bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” tegas Didi. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK