Buka konten ini

BATAM (BP) – Proses pemerataan siswa yang belum tertampung di sekolah negeri jenjang SMA dan SMK di Kota Batam resmi dinyatakan selesai. Hal itu disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau melalui Cabang Dinas Pendidikan Batam, Jumat (18/7).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam, Kasdianto, menyampaikan bahwa pemerataan yang dilakukan selama dua pekan terakhir telah berhasil menyalurkan sebagian besar siswa yang sebelumnya belum mendapat bangku di sekolah negeri.
“Pemerataan sudah selesai. Sebagian besar siswa sudah terakomodasi ke sekolah negeri, asalkan mereka bersedia mengikuti proses ini,” ujar Kasdianto.
Program pemerataan ini menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebelumnya. Disdik Kepri membuka posko di sejumlah titik dan mendistribusikan siswa ke sekolah-sekolah yang masih memiliki ruang belajar.
Menurut Kasdianto, pemerataan berjalan lancar berkat kerja sama siswa dan orang tua yang mengikuti arahan serta bersedia ditempatkan di sekolah-sekolah yang mungkin sebelumnya bukan pilihan utama mereka.
Meski demikian, bagi siswa yang hingga kini belum mendapatkan sekolah, Disdik Kepri membuka kesempatan lanjutan.
“Silakan mendaftar ke SMA atau SMK negeri yang masih memiliki RDT (Ruang Daya Tampung),” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa prinsip pemerintah adalah memastikan tidak ada satu pun lulusan SMP yang tertinggal dari pendidikan menengah.
Informasi sekolah yang masih memiliki sisa daya tampung akan diumumkan secara terbuka melalui satuan pendidikan terkait.
“Kesempatan ini masih terbuka. Namun, siswa dan orang tua harus proaktif mencari informasi langsung ke sekolah tujuan,” tambahnya.
Disdik juga mengimbau agar masyarakat tidak hanya fokus pada sekolah-sekolah favorit. Sebaliknya, orang tua diminta mempertimbangkan faktor akses, jurusan, dan kesesuaian dengan potensi siswa.
Dengan berakhirnya masa pemerataan, fokus kini beralih pada persiapan tahun ajaran baru. Disdik berharap para siswa yang telah tersalurkan segera beradaptasi dan mengikuti proses belajar secara maksimal. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK