Buka konten ini
NONGSA (BP) – Masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) diminta meningkatkan kewaspadaan dalam tiga hari ke depan. Meski saat ini tengah memasuki musim kemarau, sejumlah perairan di Kepri diprediksi dilanda cuaca ekstrem, seperti hujan lokal dan angin kencang, akibat pengaruh bibit siklon tropis.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramla, mengatakan kondisi ini dipicu oleh bibit siklon tropis yang terpantau di utara Indonesia, tepatnya di sekitar timur Filipina.
“Bibit siklon ini memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sekitar Laut Natuna. Dampaknya, wilayah perairan seperti Karimun, Bintan, dan Natuna berpotensi diguyur hujan disertai angin kencang secara tiba-tiba,” jelas Ramla, Minggu (21/7).
Selain laut, wilayah daratan di Kepri juga berpeluang mengalami hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan bisa terjadi mendadak, meski secara umum suhu udara tetap panas karena sedang berada dalam masa peralihan menuju puncak musim kemarau.
“Sifat hujannya lokal dan terjadi mendadak,” katanya.
Ramla juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan tradisional untuk tidak memaksakan diri melaut jika cuaca tampak gelap atau muncul angin kencang secara tiba-tiba. Ia menegaskan, keselamatan harus menjadi prioritas utama.
“Cuaca bisa berubah dengan cepat di laut. Kami minta nelayan dan pelaut rajin memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, baik melalui radio, aplikasi cuaca, maupun pos pengamatan di pelabuhan,” ujarnya.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini. Gelombang laut di sejumlah wilayah perairan Kepri diprediksi bisa mencapai ketinggian antara 1,3 hingga 1,5 meter. Kondisi ini berisiko tinggi, terutama bagi kapal berukuran kecil dan nelayan tradisional.
Gelombang setinggi itu berpotensi terjadi di perairan Batam, Bintan, Tambelan, Lingga, Anambas, hingga Natuna pada 21–24 Juli 2025.
BMKG pun mengeluarkan status warning atau peringatan waspada kepada seluruh pengguna transportasi laut, termasuk kapal penyeberangan dan kapal logistik, agar selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum berlayar.
Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir, BMKG juga menyarankan agar lebih berhati-hati, terutama jika terjadi hujan deras dan angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang atau gangguan aktivitas harian. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK