Buka konten ini

Anambas (BP) – Harga tiket pesawat rute Batam–Letung yang terus melonjak membuat warga Kabupaten Kepulauan Anambas resah. Saat ini, tarif sekali jalan untuk penerbangan berdurasi 50 menit itu tembus hingga Rp 1,7 juta.
Mahalnya harga tiket ini kian terasa karena tidak ada pilihan lain. Hanya maskapai Wings Air yang melayani rute tersebut. Warga pun tidak punya banyak alternatif transportasi udara.
Arifin, warga Anambas, mengaku bahwa tingginya harga tiket sudah terjadi sejak masa pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, harga tiket rute itu hanya sekitar Rp700 ribu.
“Saya kira kenaikan ini hanya sementara akibat pandemi. Tapi kenyataannya terus berlanjut sampai sekarang.
Masyarakat jadi terbebani, apalagi sebagian besar penumpang sebenarnya ingin ke Tarempa, sehingga harus keluar ongkos tambahan lagi,” ujar Arifin, Minggu (20/7).
Ia memperkirakan, total biaya perjalanan dari Batam ke Tarempa bisa mencapai Rp 2,5 juta per orang jika dihitung bersama ongkos feri dan taksi.
Tak hanya mahal, Arifin juga menyoroti buruknya pelayanan Wings Air. Menurutnya, maskapai tersebut kerap membatalkan penerbangan secara mendadak.
“Penerbangan sering dibatalkan tanpa alasan jelas. Saya menduga karena jumlah penumpang tidak memenuhi kuota minimal. Ini sangat merugikan,” keluhnya.
Arifin berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas segera bertindak, misalnya dengan menyurati pihak Wings Air dan Kementerian Perhubungan agar meninjau kembali harga tiket yang dinilai terlalu tinggi.
Menanggapi keluhan warga, Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub-LH) Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola Bandara Letung untuk menelusuri penyebab lonjakan harga tiket.
“Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui bahwa harga tiket naik karena harga avtur atau bahan bakar pesawat mengalami kenaikan sekitar 20 persen pascapandemi,” jelas Nurullah.
Meski begitu, Dishub Anambas tidak tinggal diam. Nurullah menegaskan, pihaknya akan segera menemui manajemen Wings Air untuk meminta penyesuaian harga.
“Kalau Wings Air tidak bersedia menurunkan tarif, kami akan berupaya mengajak maskapai lain untuk masuk ke Bandara Letung. Kami tidak ingin terjadi monopoli harga yang memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bisa menghadirkan alternatif maskapai agar harga tiket lebih kompetitif. Dengan begitu, akses udara ke Anambas bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO