Buka konten ini

BATAM (BP) – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Bakti ke-78 TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Batam, Minggu (20/7). Di luar nuansa kemiliteran yang biasanya kental, Lanud Hang Nadim justru mengemasnya dengan cara yang lebih membumi—melalui lomba Mancing Ngarong di Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa.
Tak sekadar seremoni, kegiatan bertajuk Mancing Ngarong V itu menjadi ajang pelestarian budaya lokal. Ratusan orang berkumpul di tepi pantai. Mereka memancing ikan dengan cara tradisional: memakai tongkat bambu, berjalan menyusuri perairan dangkal, lalu menangkap ikan secara manual.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menyebut tradisi ini bukan hal baru baginya. Sejak kecil, Amsakar sudah akrab dengan kegiatan serupa.
“Mancing ngarong ini bagian dari masa kecil saya. Tradisi seperti ini harus kita hidupkan lagi. Bahkan kalau bisa, ke depan kita masukkan dalam agenda pariwisata Kota Batam,” ucapnya penuh semangat. Amsakar juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Lanud Hang Nadim yang dinilainya tak hanya strategis di bidang pertahanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Atas nama Pemko dan BP Batam, saya ucapkan selamat Hari Bakti TNI AU ke-78. Lanud adalah mitra kami dalam banyak hal,” kata dia.
Sebanyak 130 peserta ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Mereka bukan hanya warga pesisir, tapi juga datang dari berbagai kalangan—semua turut larut dalam suasana kebersamaan dan nostalgia akan masa lalu.
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata bagian dari peringatan Hari Bakti, tapi juga bentuk kepedulian terhadap budaya.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga nilai-nilai lokal dan mempererat sinergi TNI AU dengan masyarakat,” ujarnya.
Acara juga dirangkai dengan dialog bersama tokoh masyarakat, aparat kewilayahan, dan instansi vertikal lainnya. Hadir Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaludin, Asisten Ekbang Setdako Firmansyah, Kepala Stasiun Bakamla Margaret Kirana, serta jajaran Polsek Nongsa.
Pemilihan Pantai Teluk Mata Ikan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain memiliki ekosistem laut yang masih lestari, kawasan ini juga menyimpan sejarah panjang kehidupan maritim masyarakat Melayu di Batam.
Bagi warga yang hadir, Hari Bakti kali ini terasa lebih hidup. Tak hanya menyalakan semangat kebangsaan, tapi juga membangkitkan ingatan kolektif akan budaya yang sempat nyaris terlupa. (*)
Reporter : ARJUNA – YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK