Buka konten ini
Lewis Hamilton menyatakan bahwa dirinya tengah bekerja keras untuk memastikan mobil Ferrari 2026 mendatang lebih sesuai dengan gaya mengemudinya.
Dilansir dari laman Crash pada Kamis (17/7), setelah menyelesaikan transfer besar dari Mercedes ke Ferrari pada awal musim ini, sang juara dunia tujuh kali menghadapi masa adaptasi yang sulit bersama tim barunya.
Sepanjang musim 2025, Hamilton kerap tertinggal dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Pembalap berusia 40 tahun itu mengaku kesulitan beradaptasi dengan mobil SF-25, meski beberapa peningkatan performa telah diraih dalam balapan terbaru.
Karena peluang Ferrari untuk merebut gelar tahun ini semakin menipis, fokus tim pun kini beralih pada pengembangan mobil musim 2026.
Musim tersebut akan menjadi awal dari era baru Formula 1 dengan perubahan besar pada regulasi aerodinamika dan unit daya.
Dalam wawancara di Silverstone, Hamilton menegaskan komitmennya untuk memberikan pengaruh besar terhadap rancangan mobil 2026.
Hamilton berharap karakteristik mobil tersebut akan lebih mencerminkan preferensi dan gaya balap pribadinya.
“Charles dan tim telah menemukan cara untuk membuat mobil ini bekerja, sedangkan saya mencoba pendekatan berbeda namun tidak berhasil. Saya terus mendekati cara Charles menyetel mobil, dan di Austria saya paling mendekati kecepatannya.”
”Tapi tetap saja, keseimbangannya sulit dan tidak nyaman untuk dikendarai,” ungkap Lewis Hamilton seperti dikutip Crash.
Hamilton menambahkan bahwa ia telah bekerja erat bersama direktur performa Loic Serra dan seluruh tim di pabrik untuk memastikan bahwa DNA dirinya melekat pada rancangan mobil 2026.
Hamilton ingin mobil mendatang dapat memberikan kenyamanan dan efektivitas maksimal bagi gaya balapnya.
Sementara itu, wakil kepala tim Ferrari, Jerome d’Ambrosio, menegaskan bahwa pihaknya mendengarkan masukan dari kedua pembalap.
Menurutnya, baik Hamilton maupun Leclerc menyampaikan permintaan yang serupa secara konseptual mengenai kebutuhan mereka terhadap karakteristik mobil musim depan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI