

Harga daging sapi beku di Batam melonjak tajam, penyelundupan iPhone ilegal kembali digagalkan petugas di Bandara Hang Nadim, dan siswa baru di SMP Negeri 43 Batam unjuk bakat pada hari kedua MPLS. Ragam peristiwa ini mewarnai dinamika Kota Batam sepanjang sepekan terakhir.
BATAM KOTA Harga daging sapi beku di Batam melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Pemko Batam langsung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, Senin (15/7).
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu Daryatin, mengatakan, kenaikan ini juga terjadi di banyak daerah lain di Indonesia. Ia menyebut terbatasnya pasokan menjadi penyebab utama. Selama ini, impor daging beku ke Batam dikendalikan Badan Pengusahaan Batam, dan mayoritas berasal dari Australia. Harga dari negara asal yang tinggi membuat harga di pasar lokal ikut melambung.
Padahal, selisih harga antara daging segar dan beku cukup besar. Biasanya, daging segar dijual Rp150 ribu per kilogram, sedangkan daging beku Rp70–85 ribu. Kini, selisih itu makin tipis. Kebutuhan daging di Batam mencapai 100 ton per bulan.
Sementara itu, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) digelar sepekan ini. Di SMPN 43 Batam berlangsung meriah, Selasa (15/7). 196 siswa baru menampilkan bakat mereka seperti bernyanyi, menari, menggambar, hingga menjadi pembawa acara. Guru yang menjadi mentor memantau setiap penampilan sebagai upaya membangun rasa percaya diri siswa sejak dini.
Di tempat lain, Bea Cukai Batam menggagalkan penyelundupan 327 unit iPhone bekas berbagai tipe di Bandara Hang Nadim, Minggu (13/7) malam. Tiga pelaku diamankan dalam kasus ini. Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah, mengatakan para pelaku menggunakan penerbangan terakhir dan menyewa driver ojek online untuk menyusupkan barang ke koper penumpang dengan boarding pass palsu.
Nilai barang selundupan ditaksir Rp1,85 miliar dengan potensi kerugian negara Rp406,8 juta. Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap pemilik utama barang. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI