Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Dengan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang menawan, wisata di Trawas makin diminati oleh para wisatawan dari berbagai daerah.
Kecamatan Trawas, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, selalu berinovasi memberikan pengalaman wisata yang menyenangkan.
Tidak hanya wisata alam dan peninggalan sejarah, tak sedikit pula wisata buatan bermunculan dengan daya tariknya masing-masing.
Tidak hanya menyenangkan, berbagai tempat wisata di sini juga memberikan pengalaman edukasi yang bermanfaat untuk anak-anak.
Berikut ini adalah 7 rekomendasi wisata di Trawas yang cocok untuk keluarga dan wajib dikunjungi saat berlibur. Simak ulasan berikut ini yang dirangkum dari situs resmi Pemerintahan Kabupaten Mojokerto.
1. Petirtaan Jolotundo
Petirtaan Jolotundo merupakan salah satu peninggalan bersejarah dari zaman Kerajaan Kahuripan yang didirikan oleh Raja Airlangga.
Terletak sekitar 55 km dari Surabaya, tempat ini mudah dijangkau menggunakan kendaraan pribadi. Petirtaan ini memiliki dua bagian, yaitu untuk lelaki di utara dan perempuan di selatan.
Airnya sangat sejuk dan dipercaya memiliki khasiat penyembuhan serta kesucian, bahkan kualitasnya disebut nomor dua terbaik di dunia setelah air zamzam di Makkah. Banyak pengunjung yang datang untuk berziarah sekaligus mandi di sini.
Alamat: Biting, Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
Jam Operasional: 24 jam setiap hari
Harga Tiket: Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk anak-anak.
2. Air Terjun Diundung
Bagi keluarga yang ingin menikmati keindahan alam dan bermain air, Air Terjun Dlundung adalah pilihan tepat.
Dengan ketinggian sekitar 60 meter, air terjun ini memiliki kolam kecil di bawahnya yang bisa digunakan untuk bermain air.
Selain itu, tersedia area taman kelinci yang sangat disukai anak-anak dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang.
Fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, stand makanan, dan café juga tersedia. Ada juga area camping ground bagi keluarga yang ingin berkemah dan menikmati suasana alam.
Alamat: Desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto
Jam operasional: 07.30-16.00 WIB
Harga Tiket: Air Terjun Dlundung Rp 15.000, camping ground Rp 10.000
3. Fresh Green Trawas
Fresh Green Trawas menawarkan pengalaman agrowisata yang menyenangkan dengan suasana segar dan pemandangan Gunung Penanggungan.
Di sini, pengunjung bisa menikmati kuliner olahan durian dan mengenal tanaman buah, seperti durian, alpukat, dan coklat.
Tempat ini juga menonjolkan budaya Jawa dengan dekorasi patung-patung tokoh wayang seperti Semar dan Mahabarata.
Ada pula area outbound, bumi perkemahan, wahana permainan anak, dan cottage untuk menginap. Tempat ini sangat cocok untuk edukasi dan rekreasi keluarga.
Alamat: Desa Duyung, Dusun Bantal, RT/RW: 08/02, Kec. Trawas, Kab Mojokerto
Jam Operasional: 08.00-17.00 WIB
Harga tiket: gratis (hanya bayar parkir)
4. Kampung Organik Brenjonk
Kampung Organik Brenjonk merupakan ekowisata edukasi yang mengajarkan teknik budi daya organik secara mudah dan murah.
Selain belajar, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dan udara sejuk. Taman bunga kenikir yang cantik juga menjadi daya tarik tersendiri.
Fasilitas yang disediakan meliputi aula, tempat edukasi, spot foto, food court, dan toilet. Wisata di Trawas ini sangat pas untuk keluarga yang ingin berwisata sekaligus menambah ilmu.
Alamat: Desa Penanggungan, Trawas, Mojokerto.
Jam Operasional: 09.00-16.00 WIB
Harga Tiket: Rp 5.000, paket edukasi Rp 55.000 (termasuk makan siang)
5. Wisata Agro Lembah Kecubung
Lembah Kecubung adalah wisata buatan yang berkonsep agrowisata dengan daya tarik edukasi melalui berbagai wahana alam. Lokasinya ada di kompleks Kampung Organik Brenjonk.
Pengunjung dapat melakukan petik sayur, water tubing, serta menikmati kolam bebek dan kolam ikan.
Terdapat pula 8 sumber mata air yang difungsikan sebagai petirtaan dan waduk buatan untuk terapi ikan refleksi kaki.
Fasilitas lengkap, ada tempat parkir, musala, toilet, hingga restoran tersedia di lokasi ini. Wisata di Trawas ini sangat cocok untuk keluarga dengan anak yang ingin berwisata sambil belajar tentang alam dan pertanian.
Lokasi: Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto
Jam Operasional: 09.00-17.00 WIB
Harga Tiket: Rp 5.000
6. PPLH Seloliman
PPLH Seloliman merupakan pusat pendidikan lingkungan hidup yang juga menyediakan berbagai fasilitas penginapan dan restoran dengan menu khas Jawa dan Eropa.
Terletak di lereng Gunung Penanggungan, desa Seloliman menawarkan pemandangan indah dan suasana asri. Arsitektur bangunan menggabungkan gaya Bali, Eropa, dan Jawa yang menyatu dengan alam.
Selain sebagai tempat edukasi, PPLH juga cocok untuk rekreasi keluarga dengan kebun pertanian organik, taman kreatif, perpustakaan lingkungan, dan kebun tanaman obat.
Alamat: Dusun Biting Seloliman, RT.05/RW.03, Seloliman, Kec. Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 61385
Jam Operasional: 07.30-20.00 WIB
Harga tiket: tidak ada HTM, harga beragam tergantung dari paket layanan yang dipesan
7. Rainbow Garden Poetoek Soeko
Mengutip dari Radar Madura, Rainbow Garden Poetoek Soeko merupakan taman bunga berwarna-warni yang dikelola oleh pemuda dan pemudi desa setempat.
Terletak di Desa Sukosari, Trawas, tempat ini menawarkan pemandangan Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang yang memukau.
Taman ini dipenuhi bunga matahari, bougainvillea, dan berbagai jenis bunga lainnya. Ikon utama adalah jembatan cantik di tengah taman yang menjadi spot foto favorit pengunjung.
Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, toilet, wahana berkuda, ATV, camping ground, warung, gazebo, dan spot selfie.
Alamat: Desa Sukosari, Kecamatan Trawas, Mojokerto, tidak jauh dari jalan raya Trawas Mojosari.
Jam Operasional: 07.00-20.00 WIB
Harga Tiket: Poetoek Soeko Rp 5.000 per orang, Rainbow Garden Rp 15.000 per orang.
Itulah berbagai pilihan wisata di Trawas yang lengkap dan menarik. Bersama keluarga, kamu dapat menikmati liburan yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya yang ditawarkan oleh destinasi wisata di Trawas ini. Segera rencanakan liburanmu! (***)
Reporter : JP GRoUP
Editor : Alfian Lumban Gaol