
DAMASKUS (BP) – Sebuah lembaga pemantau perang menyebutkan bahwa jumlah korban tewas saat bentrokan sengit antara militer Suriah dan kelompok bersenjata Druze di Provinsi Sweida, Suriah ini sudah mencapai 718 orang. Belum termasuk di daerah lainnya, terlebih Israel juga menggempur Suriah. Untuk menurunkan eskalasi konflik, pasukan pemerintah akhirnya mundur dari wilayah mayoritas Druze tersebut.
Presiden Suriah mengumumkan keputusan ini sebagai langkah untuk menghindari perang yang lebih luas dan memberi ruang bagi kelompok Druze untuk mengatur urusan keamanannya sendiri.
Dalam pidato yang disiarkan, Presiden Ahmed al-Sharaa mengatakan, pihaknya memilih kepentingan rakyat Suriah daripada kekacauan dan kehancuran.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah berusaha menghindari konflik baru yang dapat menghambat proses pemulihan negara dari perang panjang sebelumnya.
Ketegangan bermula dari konflik lokal antara suku Arab Badui dan milisi Druze yang kemudian meluas hingga menarik intervensi tentara Suriah.
Ketika pasukan pemerintah mencoba masuk ke Sweida, mereka disambut serangan balik dari kelompok Druze, memicu pertempuran yang menewaskan lebih dari 350 orang saat itu, menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.
Situasi ini memicu perhatian internasional. Militer Israel turut melancarkan serangan ke markas Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus serta sejumlah target militer di selatan negara itu.
Dilansir via Guardian, seorang juru bicara militer Israel menyebut serangan ini sebagai ’pesan’ langsung kepada Presiden Suriah terkait konflik di Sweida.
Dalam pidatonya, Sharaa mengecam keras serangan Israel yang menurutnya menargetkan fasilitas sipil dan pemerintah secara luas.
Ia menyebut bahwa eskalasi ini bisa berubah menjadi perang besar jika tidak dihentikan oleh upaya mediasi dari Amerika Serikat, negara-negara Arab, dan Turki.
Bentrokan yang dipicu penculikan seorang pedagang Druze itu memicu pertarungan sengit antara milisi Druze dan kelompok bersenjata Sunni Bedouin. Selang dua hari, Israel turun tangan, mengklaim ingin melindungi kaum Druze dari serangan kelompok pro pemerintah Suriah. Serangan udara Israel meluas ke Damaskus, menghantam markas militer Suriah dan gedung kementerian pertahanan. (*)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol