Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Gejolak harga beras di pasaran membuat pemerintah mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga. Salah satunya melalui pendistribusian 1,3 juta ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan secara bertahap ke seluruh Indonesia.
Langkah ini ditandai dengan peluncuran Gerakan Pangan Murah Beras SPHP di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, kemarin (18/7). Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa keputusan distribusi besar-besaran beras SPHP merupakan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) lintas kementerian dan lembaga, sebagai respons atas fluktuasi harga beras di lapangan.
“Hasil Rakortas adalah, yang pertama kita melepas 360 ribu ton untuk bantuan sosial. Kedua, kita distribusikan 1,3 juta ton beras SPHP. Seluruh Indonesia bergerak bersama, dan kami yakin dalam satu hingga dua minggu ke depan harga beras bisa turun,” ujar Amran.
Serentak di Seluruh Indonesia
Gerakan Pangan Murah ini, menurut Amran, dilaksanakan serentak di 5.302 titik di seluruh Indonesia. Harga beras SPHP dipastikan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk wilayah zona 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi), harga ditetapkan Rp12.500/kg. Zona 2 (wilayah Sumatra di luar Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan) Rp13.100/kg, sementara zona 3 (Maluku dan Papua) Rp13.500/kg.
“Ini beras SPHP dengan harga Rp62.500 per kemasan, atau Rp12.500 per kilogram. Mudah-mudahan ini bisa membantu menstabilkan harga beras, yang di beberapa daerah masih mengalami kenaikan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO