Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Tim Satgas Pangan Polda Kepri memastikan pasokan bahan pokok di Kota Batam dalam kondisi aman. Namun, harga daging sapi beku yang sempat melonjak, masih belum menunjukkan penurunan. Rabu (16/7), Satgas Pangan dari Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri meninjau sejumlah pasar di Batam. Salah satunya, Pasar Tos 3000 Jodoh.
Dari hasil pemantauan, harga daging sapi beku tercatat masih bertahan di angka Rp130 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp160 ribu per kilogram.
Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, mengatakan, tim menyisir lapak-lapak pedagang sembako untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga barang.
“Kami juga mengecek harga dan memastikan tidak ada praktik penimbunan yang menyebabkan harga melonjak,” ujarnya.
Menurut Ruslaeni, secara umum harga bahan pokok di Pasar Tos 3000 masih stabil dan pasokan aman. Namun, harga daging beku memang masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian Satgas Pangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor terkait agar persoalan ini bisa segera ditangani,” ucapnya.
Ia menambahkan, distribusi bahan pokok di Batam sejauh ini masih berjalan lancar. Namun, pihaknya tetap mewaspadai potensi gejolak harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan nasional.
“Komoditas seperti daging dan cabai perlu pengawasan ketat karena rentan fluktuasi harga. Kami akan terus melakukan monitoring,” tegasnya.
Selain memantau harga, Satgas Pangan juga mengawasi distribusi serta potensi pelanggaran, seperti penimbunan atau permainan harga.
“Kami bekerja sama dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” tambahnya.
Ruslaeni juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi pembelian secara panik (panic buying), karena hal itu bisa berdampak pada ketersediaan dan kestabilan harga di pasar.
“Kalau ada lonjakan harga yang tidak wajar, masyarakat bisa melapor. Satgas Pangan akan langsung turun mengecek,” katanya.
Terkait harga daging beku, Satgas Pangan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah, termasuk BP Batam dan instansi lain, agar distribusi daging ke Batam bisa dipermudah.
“Kami dorong agar ada kelonggaran jalur masuk distribusi sembako, khususnya daging, karena saat ini kenaikannya cukup tinggi,” kata Ruslaeni.
Sementara itu, salah satu pedagang daging beku di Tos 3000, Anto, mengungkapkan harga tinggi sudah terjadi sejak hampir satu bulan terakhir. Ia menyebut, pasokan dari distributor sempat tersendat.
“Biasanya harga normal di bawah Rp100 ribu. Tapi sekarang mahal sekali. Pembeli mulai sepi karena harga terlalu tinggi,” ujarnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK