Buka konten ini

BINTAN (BP) – Air mancur Tasek Gemilang di Taman Kolam Kijang, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, kini tak lagi memancarkan pesona seperti dulu. Kondisinya rusak parah dan tidak lagi menampilkan pertunjukan lampu warna-warni yang selama ini menjadi daya tarik bagi warga dan wisatawan.
Padahal, proyek pembangunan air mancur tersebut telah menelan anggaran sekitar Rp12 miliar sejak dibangun pada tahun 2018. Sayangnya, fasilitas itu kini terbengkalai dan minim perawatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa peralatan utama air mancur tampak memprihatinkan. Besi-besi jembatan yang berada di atas kolam tampak berkarat, sementara mesin pompa dan tandon penuh lumut karena tidak terurus.
Yani, seorang warga setempat, mengaku kecewa karena air mancur sudah lama tidak difungsikan. Ia mengaku rindu menyaksikan keindahan cahaya lampu warna-warni yang biasanya menghiasi malam di kawasan tersebut.
”Sudah lama tidak dinyalakan, katanya rusak. Padahal, kita rindu dengan pertunjukan lampunya yang indah di malam hari,” ungkap Yani.
Senada, Marni, warga lainnya, juga berharap air mancur Tasek Gemilang bisa kembali seperti sedia kala.
Menurutnya, jika berfungsi normal, air mancur itu dapat kembali menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.
”Kalau bisa dikembalikan seperti dulu, pasti ramai lagi orang berkunjung. Bisa bantu hidupkan ekonomi warga juga,” harapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan, Mohammad Irzan, membenarkan bahwa kerusakan pada air mancur sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, kerusakan terjadi pada berbagai komponen, mulai dari jembatan penghubung, instalasi kabel, nozel, hingga pompa.
”Identifikasi kerusakan pernah kita lakukan pada tahun 2024. Diperlukan dana sekitar Rp550 juta untuk perbaikannya. Sementara, biaya operasional per tahun bisa mencapai Rp390 juta, termasuk beban listrik,” jelas Irzan.
Namun demikian, hingga kini belum ada rencana konkret untuk melakukan perbaikan, lantaran keterbatasan anggaran daerah.
Meski begitu, Irzan berharap ada solusi terbaik agar air mancur kebanggaan warga Kijang itu bisa kembali berfungsi dan menjadi ikon wisata malam di Bintan Timur. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO