Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Laga antara tim Indonesia U-23 melawan Filipina U-23 di matchday kedua ASEAN U-23 Championship di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, malam nanti menjadi partai menentukan bagi kedua tim.
Untuk diketahui, di grup A terdapat empat negara. Sedangkan di grup B dan C hanya berisikan 3 negara. Nantinya kemenangan dari tim terbawah di grup A tidak dihitung untuk penghitungan lolos sebagai runner up terbaik.
Pelatih tim U-23 Gerald Vanenburg menyatakan, di grup ini cukup aneh. “Saya pikir lebih gila jika kami bermain satu pertandingan dan jika kalah besok (hari ini), Anda tersingkir (kans lolos langsung tertutup). Dan kami tidak memulai turnamen, karena tim terakhir tidak dihitung. Saya pikir ini aneh,” ucapnya saat diwawancarai di Stadion Madya, Kamis (17/7).
Biasanya, sambung Gerald, setiap tim bermain dalam waktu yang sama dengan tiga pertandingan. Karenanya, laga melawan Brunei Darussalam U-23 seperti tidak begitu berarti bagi tim. Sedangkan, antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia disebut Gerald tak banyak perbedaan secara kualitas.
“Saya tahu Filipina selalu memiliki pemain muda yang bagus, dan begitu pula dengan Malaysia. Tetapi kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik. Sulit, tapi kami akan berusaha,” tegasnya.
Gerald menyebut sudah melihat tim lawan dengan beberapa pemain yang bermain di luar negeri. “Dan Anda bisa lihat mereka kuat secara fisik. Kami harus menemukan sesuatu yang bisa kami coba untuk mengalahkan mereka,” katanya.
Namun, karena Filipina U-23 sudah menghadapi Malaysia U-23, gambaran kualitas lawan sudah cukup diketahui. “Kami tahu bagaimana mereka bermain dan kami tahu bagaimana kami harus bermain. Itulah satu-satunya fokus, untuk tampil tajam besok (hari ini). Dan mereka memiliki tim yang sangat bagus, jadi kami tahu itu,” beber Gerald.
Sementara itu, pelatih Filipina U-23 Garrath McPherson menyatakan, melawan Indonesia U-23 pihaknya memprioritaskan untuk recovery. “Di berbagai turnamen besar ketika laga sangat berdekatan, sport science atau tim medis memegang peran besar dalam performa tim,” sebutnya.
Atas dasar itu, pihaknya senang dengan tim medis dan juga asisten pelatih yang berusaha agar pemain bisa segar dan siap. “Lalu, dari perspektif pelatih itu perihal menyegarkan kembali mental dan siap bermain. Kami tahu besok malam (malam ini) akan jadi pengalaman yang besar bagi para pemain,” tuturnya.
Garrath menuturkan, Indonesia memiliki kualitas yang merata. Apalagi, diketahuinya beberapa pemain sudah bermain di level timnas senior. “Mereka juga bermain di kandang. Mereka juga terlihat dilatih dengan sangat baik. Jadi, itu sebuah tantangan bagi pihak kami,” ujarnya.
Dia menegaskan tidak sabar untuk melihat performa para pemainnya dan bagaimana bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG