Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pembangunan pagar beton di kawasan pesisir Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, menuai keluhan dari warga. Pagar yang dibangun di tepi laut itu dinilai mengganggu keindahan pemandangan alam yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan tersebut, terutama saat matahari terbenam.
Gurindam 12 dikenal sebagai salah satu tempat favorit warga untuk bersantai, menikmati semilir angin laut, dan memandangi matahari terbenam dari atas batu miring yang berjejer di pinggiran pantai.
“Dari dulu kami sering ke sini sore-sore. Duduk santai di atas batu sambil lihat sunset. Tapi sekarang sudah dibangun pagar dan ditimbun, jadi tak bisa lagi bersantai seperti dulu,” ujar Imel, salah satu pengunjung, Kamis (17/7).
Kritik serupa juga datang dari para pedagang yang biasa berjualan di area tersebut. Iqbal, salah satu penjual kopi, mengaku kawasan tersebut mulai sepi sejak proyek pembangunan dimulai sekitar dua pekan lalu. Ia bahkan harus berpindah lokasi untuk tetap bisa berjualan.
“Katanya sih untuk bangun trek joging, seperti yang di Batam. Tapi sepertinya masih lama siapnya. Sekarang tempat ini jadi sepi karena orang lebih pilih ke bagian yang belum dipagar,” katanya.
Menurut Iqbal, tak hanya pengunjung yang berkurang, para pedagang juga sudah mulai bergeser karena lokasi berjualan mereka ikut terdampak proyek pembangunan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Rodi Yantari, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari penataan kawasan pesisir Gurindam 12 agar lebih tertata dan ramah publik.
“Tahun ini Gurindam 12 akan kita tata. Salah satunya membangun trek joging dan taman. Anggarannya sekitar Rp4,5 miliar, dan akan dilaksanakan secara bertahap dari Tugu Sirih hingga Lembaga Adat Melayu (LAM),” kata Rodi.
Ia menjelaskan, trek joging akan dibangun menyatu dengan pedestrian di atas susunan batu penahan ombak. Struktur ini dirancang agar pengunjung tetap bisa menikmati pemandangan laut sambil berolahraga.
“Kami susun batu-batu di tepi pantai untuk memperkuat struktur dan menciptakan kesan alami. Di atasnya akan dibangun jalur pedestrian dan jogging trek,” tambahnya.
Meski pembangunan ini bertujuan menata kawasan agar lebih tertib, sejumlah warga berharap agar ruang terbuka untuk duduk santai tetap disediakan, tanpa harus kehilangan keindahan alami yang selama ini menjadi daya tarik utama Gurindam 12. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO