Buka konten ini

BATAM (BP) – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, Rabu (16/7), mengunjungi salah satu Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam. Dalam kunjungan ini, Nyanyang meninjau langsung peralatan, proses memasak, hingga pengemasan makanan.

“Kita ingin memastikan apa yang menjadi program pemerintah pusat dan menjadi perhatian khusus Bapak Presiden Prabowo ini berjalan baik, tidak ada kendala,” kata Nyanyang saat mengunjungi Dapur MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Laksamana Bintan yang terletak di Jalan Laksamana Bintan, Kompleks Tanah Mas Tahap 3, Sungai Panas, Kota Batam.
Dalam kunjungan tersebut, Nyanyang yang didampingi Gunawan Satari selaku Tim Pengendalian Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, melakukan pengecekan terhadap setiap tahapan persiapan di dapur MBG. Mulai dari bahan makanan, kebersihan dapur dan alat masak, hingga proses memasak.
“Sejauh ini kita menilai berjalan baik,” ucap Nyanyang.
Ia berharap pengelola dapat terus menjaga kualitas, baik dari segi masakan, kemasan, maupun proses pendistribusian. Sementara itu, Yeni Marlina selaku penanggung jawab Dapur SPPG Laksamana Bintan menyampaikan bahwa proses memasak dan distribusi makanan untuk Program MBG yang menjadi tanggung jawab mereka sejauh ini berjalan lancar.
“Tidak ada kendala. Menu telah disesuaikan sebagaimana yang diarahkan oleh ahli gizi,” sebutnya.
Yeni mengatakan, dapur SPPG Laksamana Bintan telah beroperasi selama dua pekan terakhir. Setiap hari, mereka menyiapkan 3.686 porsi makanan yang didistribusikan ke delapan sekolah dasar, dua taman kanak-kanak, dan dua posyandu.
“Alhamdulillah selama dua minggu ini semua berjalan lancar,” tuturnya. “Saya yakin dan percaya bahwa hari demi hari, Provinsi Kepri bisa menambah jumlah dapur dan memberikan manfaat dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya di lokasi.
Nyanyang menjelaskan, saat ini terdapat 11 dapur MBG di Batam. Sedangkan di Kepri, totalnya mencapai sekitar 30 lokasi atau 11 persen dari target nasional.
“Target kita tahun ini 60–70 dapur. Mudah-mudahan di Natuna, Anambas, Karimun, Tanjungpinang, bisa bertambah, dan sama-sama kita mengawal program ini,” katanya.
Menurut Nyanyang, saat ini beberapa mitra tengah mengajukan pendaftaran pembukaan dapur MBG ke Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelum beroperasi, BGN akan melakukan inspeksi dan audit terlebih dahulu.
“Nanti akan dilihat kesiapan dapurnya dan manajemennya,” ungkapnya.
Dengan adanya pendaftaran pembukaan dapur MBG ini, Nyanyang mengimbau para mitra agar tetap menjaga kualitas makanan. Ia juga meminta agar lokasi dapur dikaji dengan mempertimbangkan jarak ke titik penyaluran makanan, maksimal sejauh tiga kilometer.
“Mungkin ada satu atau dua dapur dalam satu kelurahan. Karena sekolah di Kota Batam ini sangat padat,” ujarnya.
Sementara itu, Rio, mitra MBG dari Tatasan Taruna Mandiri, menyampaikan bahwa dapur ini sudah beroperasi selama dua minggu. Dalam sehari, pihaknya memproduksi 3.690 porsi makanan.
“Makanan untuk anak TK dan SD kita antar ke tujuh sekolah. Sedangkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui kita antar ke posyandu,” katanya.
Rio menjelaskan, dapur ini didukung oleh 47 relawan dari masyarakat sekitar. Dapur beroperasi selama 24 jam, dimulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan pada pagi hari.
“Kehidupan di dapur ini tidak pernah kosong. Berputar 24 jam,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG