Buka konten ini

KYIV (BP) – Rusia kembali menggempur sejumlah kota di Ukraina dalam serangan udara besar-besaran pada Selasa malam (16/7). Dilansir dari channelnewsasia.com, sedikitnya 400 drone dan satu rudal balistik dikerahkan dalam serangan tersebut. Target utamanya adalah infrastruktur energi, yang mengakibatkan sedikitnya 15 orang terluka, demikian disampaikan otoritas Ukraina, Rabu (17/7).
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa serangan itu menyasar tiga kota besar di wilayah berbeda, yakni Kharkiv, Kryvyi Rih, dan Vinnytsia. Meski sebagian besar drone berhasil dijatuhkan, 12 sasaran tetap berhasil dihantam oleh 57 drone dan rudal yang lolos dari sistem pertahanan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy melalui platform X menyebut serangan ini sebagai serangan skala besar jarak jauh yang difokuskan pada sistem energi vital negara.
“Rusia tidak mengubah strateginya. Untuk menghadapi teror ini secara efektif, kita perlu memperkuat pertahanan secara sistematis — lebih banyak pertahanan udara, lebih banyak drone pencegat, dan lebih banyak tekad agar Rusia merasakan balasan kita,” tegas Zelenskyy.
Akibat serangan tersebut, sekitar 80.000 keluarga di Kryvyi Rih dan wilayah Dnipropetrovsk mengalami pemadaman listrik. Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, menyebut aliran listrik terputus di sejumlah titik terdampak.
Serangan juga menyebabkan gangguan pasokan air bersih di beberapa kawasan. Kepala Administrasi Militer Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, mengatakan, serangan berkepanjangan dilakukan dengan satu rudal dan 28 drone. Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Di Vinnytsia dan sekitarnya, delapan orang terluka. Serangan juga merusak sebuah pabrik milik Barlinek Group, produsen lantai kayu asal Polandia.
Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, mengatakan melalui X bahwa pabrik itu diserang dari tiga arah.
“Manajer pabrik mengatakan kepada saya bahwa serangan ini disengaja. Perang kriminal Putin semakin mendekati perbatasan kami,” tulisnya. (***)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD TAHANG