Buka konten ini

JAKARTA (BP) – FLOII Expo 2025 resmi diluncurkan. Ini menjadi awal dari rangkaian menuju pameran tanaman hias berskala internasional yang akan berlangsung pada 23-26 Oktober 2025 di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, FLOII Expo tampil dengan cakupan yang semakin luas dan pendekatan kolaboratif yang lebih kuat. Mengusung tema The Botanical Futures, ajang ini memperluas kontribusinya dari sekadar florikultura keekosistem hortikultura secara keseluruhan. Pameran akan mencakup tanaman hias, tanaman herbal, pangan, lanskap, serta inovasi dan seni berbasis botani.
FLOII Expo merupakan pameran tanaman hias internasional pertama dan terbesar di Indonesia. Diselenggarakan oleh Dyandra Event Solutions sejak 2022, FLOII terus mengalami perkembangan, termasuk dengan meningkatnya partisipasi peserta dari luar negeri.
Menurut Ratih F Kurnia, Sales & Marketing Vice President Dyandra Event Solutions, FLOII tahun ini terbuka untuk semua kalangan, bukan hanya kolektor atau pegiat tanaman, tapi juga masyarakat luas yang ingin kembali terhubung dengan alam.
“FLOII tahun ini menjadi bukti bahwa industri tanaman terus bergerak dan berkembang. Tanaman bukan sekadar elemen dekoratif, tapi juga bagian dari solusi untuk kesehatan, kualitas udara, pangan sehat, dan ruang hidup yang lestari. FLOII Expo menjadi rumah bersama bagi pelaku bisnis, komunitas, keluarga, dan generasi muda yang ingin mulai,’’ ujar Ratih.
Ia juga memperkenalkan kampanye baru bertajuk #DimulaiDariSatu: Satu Tanaman untuk Masa Depan, sebagai ajakan untuk memulai perubahan dari langkah kecil. “Satu tanaman bisa jadi awal hidup yang lebih sehat dan lebih peduli lingkungan,” tambahnya.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura pun menyatakan dukungan penuhnya terhadap ajang ini. Ketua Kelompok Florikultura Kementan RI, Ir. Siti Bibah Indrajati, M.Sc, menyebut FLOII Expo sebagai contoh konkret bagaimana hortikultura dapat berkembang dari akar rumput dan melibatkan masyarakat secara luas.
“Kami berharap ajang ini menjadikan Indonesia pusat perhatian dunia dalam pengembangan Florikultura tropis. Jika melihat angka transaksi FLOII sebelumnya, kami berharap FLOII 2025 bisa melampaui capaian tersebut,’’ jelas Siti Bibah.
Sementara itu, Chandra G. Hendarto dari Steering Committee FLOII menegaskan pentingnya membangun kembali minat masyarakat terhadap tanaman hidup, terutama tanaman asli Indonesia, baik untuk di rumah, kantor, hingga ruang publik.
“Kita ingin membangun tren baru: menempatkan tanaman hidup asli di berbagai ruang, bukan yang palsu, tapi sungguhan yang bisa dirawat dan tumbuh,’’ ujar Chandra. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny