Buka konten ini

LINGGA (BP) – Salah satu sekolah swasta di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dibuat resah oleh ulah seorang oknum penjual buku yang datang memaksa pihak sekolah untuk membeli produk yang ditawarkannya.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/7), ketika oknum tersebut mendatangi sekolah dan mengaku berasal dari Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang. Ia datang dengan membawa buku berjudul Himpunan Perubahan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah, dan menyebut bahwa buku tersebut merupakan bagian dari program resmi pemerintah.
“Oknum itu memaksa sekolah membeli buku dengan alasan ini program dari negara yang harus dijalankan,” ujar Ismail, salah satu dari pihak sekolah saat dikonfirmasi.
Merasa terdesak oleh narasi yang dibawa sang oknum, pihak sekolah akhirnya membeli dua eksemplar buku tersebut. Masing-masing buku dihargai Rp450 ribu, sehingga total pembelian mencapai Rp900 ribu.
Kasus ini kemudian mencuat setelah pihak sekolah merasa tidak nyaman dan mulai mempertanyakan kebenaran asal-usul penjual serta institusi yang diatasnamakan.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Intel Polres Lingga, Iptu Dony Giatman, mengaku belum pernah mendengar nama Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang sebelumnya.
“Saya tidak pernah dengar itu. Baru kali ini saya mendengar ada yang namanya Pers Bhayangkara Magazine Tanjungpinang,” ujarnya.
Ia pun mengimbau agar masyarakat, terutama pihak sekolah, berhati-hati terhadap modus serupa. Jika ada oknum yang mengaku dari media atau instansi resmi dan memaksa menjual buku atau produk tertentu, tidak perlu dilayani.
Apabila terjadi pemaksaan yang menimbulkan ketidaknyamanan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwajib. (***)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO