Buka konten ini

BATAM (BP) – Sebanyak 100 fotografer profesional dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan Explore Kepri 2025 yang dipusatkan di Kota Batam selama dua hari, 16–17 Juli. Ajang tahunan ini digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepri bekerja sama dengan Kepri Photo Community (KPC).
Kegiatan ini bertujuan mengeksplorasi sekaligus mempromosikan keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal Batam melalui karya visual. Seluruh dokumentasi akan disebarluaskan secara digital melalui media sosial, situs web, dan kanal promosi pariwisata lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan, ajang ini merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata berbasis digital yang sejalan dengan tren global saat ini. Tema yang diangkat tahun ini adalah Heritage and Technology, dengan pendekatan visual terhadap objek-objek bernilai budaya dan religius di Batam.
“Kita ingin Batam dikenal luas, bukan hanya lewat brosur, tapi melalui foto dan cerita yang menyentuh. Para peserta yang terlibat memiliki pengaruh besar di dunia digital,” ujarnya, Senin (14/7) malam.
Para peserta terdiri dari fotografer profesional, kreator konten, hingga duta merek dari produsen kamera ternama, seperti Raja Kamal dari Malaysia yang mewakili Fujifilm. Hasan menyebut, ajang ini bukan sekadar kegiatan hunting foto, melainkan juga sarana promosi yang efektif.
“Ini bukan soal foto semata, tapi bagaimana membawa Batam dan Kepri ke panggung dunia lewat visual dan narasi lokal,” katanya.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian target kunjungan wisatawan Kepri tahun ini sebesar 5,2 juta orang, termasuk 2,4 juta wisatawan mancanegara.
“Batam sebagai pintu masuk utama sangat strategis untuk kampanye visual seperti ini,” tambah Hasan.
Ketua KPC, Riduan Tawaqqal, menyampaikan bahwa selama dua hari para peserta akan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, seperti Belakangpadang, Klenteng Windsor, Masjid Ceng Ho, Jembatan 1 Barelang, hingga Masjid Agung Batam Center.
“Destinasi yang dipilih mewakili sisi religi, budaya, dan keindahan arsitektur Batam. Harapannya, potensi wisata Batam bisa lebih dikenal dunia,” ujarnya.
Menurut Riduan, kegiatan ini bukan bersifat lomba. Para peserta diberikan kebebasan mengeksplorasi objek foto di luar lokasi utama. Karya-karya terbaik nantinya akan dipamerkan di berbagai titik di Kepri sebagai bagian dari promosi berkelanjutan.
Puncak kegiatan akan ditutup dengan pameran foto pada 17 Juli di Golden Bay, yang dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG