Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Ratusan lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, belum tertampung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang mereka tuju. Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang memperpanjang masa Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) dan membuka posko pengaduan.
Posko tersebut dibuka di SMP Negeri Tanjungpinang dan ditujukan untuk menerima laporan dari orangtua yang anaknya belum diterima di sekolah pilihan.
“Sampai saat ini ada sekitar 350 murid yang belum tertampung. Tapi angka ini masih dalam proses verifikasi. Kami juga telah mengumpulkan para kepala sekolah untuk mencari solusi,” ujar Kepala Bidang SMP Disdik Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, Senin (14/7).
Novi menjelaskan, sebagian besar murid tidak diterima karena sekolah yang mereka tuju sudah penuh kuotanya. Sekolah yang mengalami kelebihan pendaftar antara lain SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 16 Tanjungpinang.
Menurutnya, seleksi penerimaan siswa baru memang mengutamakan jarak tempat tinggal. Akibatnya, murid yang rumahnya lebih jauh kalah bersaing dengan pendaftar dari lingkungan sekitar.
“Banyak yang tidak diterima karena kalah zonasi. Kuota di sekolah-sekolah favorit sudah penuh, jadi otomatis pendaftar dari luar zona tertolak,” jelasnya.
Disdik Tanjungpinang memastikan semua murid tetap akan mendapatkan sekolah. Para murid yang belum tertampung akan diarahkan ke sekolah negeri terdekat yang kuotanya masih tersedia.
“Ini tidak hanya berlaku untuk satu sekolah seperti SMP Negeri 6 saja. Semua murid akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki daya tampung,” tambahnya.
Disdik berharap orang tua segera mendatangi posko agar proses penyaluran murid ke sekolah terdekat dapat berjalan cepat dan lancar. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO