Buka konten ini
DENPASAR (BP) – Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Bali terus memantau dua warga negara asing (WNA) asal Jerman, yakni Shacar Gonen dan Adi Chashmonai. Dua mantan personel militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) tersebut diduga menjalankan aktivitas mencurigakan di Pulau Dewata, termasuk dugaan spionase.
Kedua WNA itu telah dimintai keterangan oleh Tim PORA. Dari hasil pemeriksaan terhadap dokumen keimigrasian, seperti visa, ditemukan adanya dugaan pelanggaran administratif ringan, yakni domisili yang tidak sesuai dengan laporan resmi kepada pihak Imigrasi.
Salah satu pejabat Imigrasi Bali yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta kedua WNA tersebut untuk segera memperbarui dokumen mereka.
“Domisili harus sesuai ketentuan,” ujarnya kemarin (14/7).
Meski kesalahan administrasi itu tergolong ringan, Tim PORA tetap melakukan pengawasan terhadap pergerakan Shacar dan Adi. Saat ini, keduanya diketahui aktif membangun properti di wilayah Bali dan mengaku sebagai investor.
Namun, petugas mencurigai adanya aktivitas tersembunyi di balik kegiatan investasi tersebut.
“Status keduanya sebagai eks IDF memicu perhatian khusus. Kami tidak ingin Bali dijadikan lokasi aktivitas intelijen asing, apalagi jika berkedok investasi,” ujar sumber Radar Bali.
Pemeriksaan lanjutan tengah dilakukan untuk menelusuri latar belakang, jaringan, dan tujuan kedua WNA tersebut berada di Bali. Pihak Imigrasi menegaskan bahwa pengawasan terhadap orang asing terus diperketat, terutama yang berpotensi menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasional.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Parlindungan, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kedua WNA tersebut memiliki bisnis properti di kawasan Canggu. Saat ini, mereka diketahui tinggal di Jalan Raya Tiying Tutul No. 64, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Berdasarkan catatan Imigrasi, Shacar Gonen masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 14 April 2025. Sedangkan Adi Chashmonai masuk pada 7 Februari 2025. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO