Buka konten ini

Empat remaja asal Batam dilaporkan tersesat di kawasan Hutan Telaga Bidadari, Mukakuning, Seibeduk, Minggu (13/7) sore. Setelah hampir tujuh jam pencarian oleh tim gabungan, keempatnya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (14/7) pukul 00.39 WIB dini hari.
Empat remaja tersebut masing-masing bernama Syahdar, 17; Dirga, 17; Alda, 17; dan Rinaldi, 17. Mereka diketahui mulai menjelajahi kawasan hutan sekitar pukul 17.00 WIB melalui jalur masuk dari Tiban Kampung, Tiban, Kecamatan Sekupang, tanpa pemandu maupun perbekalan yang memadai.
Sekitar pukul 18.00 WIB, keempatnya kehilangan arah dan tidak dapat menemukan jalan keluar. Dalam kondisi mulai panik, salah satu dari mereka menghubungi temannya, Chris Jhon, dan melaporkan bahwa mereka tersesat.
Chris Jhon kemudian menghubungi Damkar BP Batam, dan laporan itu diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang. Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, melalui Komandan Pos SAR Batam, Dedius Sembiring, menyampaikan bahwa tim Rescue Pos SAR Batam langsung diturunkan ke lokasi.
”Setelah menerima laporan pukul 19.48 WIB, tim bergerak cepat ke lokasi. Tiba di lokasi pukul 20.25 WIB dan langsung memulai pencarian,” ujar Dedius, Senin (14/7).
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan peralatan standar pencarian dan pertolongan seperti alat komunikasi, responder bag, perlengkapan medis, dan alat evakuasi. Cuaca berawan dan medan yang gelap sempat menyulitkan proses pencarian.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, yakni Tim Rescue Kansar Tanjungpinang, Tim Rescue Pos SAR Batam, Damkar BP Batam, Ditpolairud Polda Kepri, serta warga sekitar.
”Koordinat lokasi berada di 1°05’21.9”N 104°00’07.8”E, sekitar 13,5 km dari Pos SAR Batam. Berkat kerja sama semua unsur dan informasi dari rekan korban, keempat remaja berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, hanya mengalami kelelahan,” jelasnya.
Usai ditemukan, mereka langsung dievakuasi ke lokasi aman dan mendapat pemeriksaan medis ringan.
Dedius mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memasuki kawasan hutan atau alam terbuka tanpa perencanaan. Ia menekankan pentingnya membawa pemandu, perbekalan, serta memastikan akses komunikasi tetap tersedia.
“Alam bukan tempat main-main. Harus ada persiapan yang matang. Minimal, beri tahu keluarga atau teman sebelum menjelajah kawasan seperti ini. Jangan karena iseng, nyawa jadi taruhannya,” tegasnya.
Telaga Bidadari jadi salah satu destinasi wisata alam di Batam. Meski menawarkan panorama menarik, namun minimnya petunjuk arah menjadikan kawasan ini cukup berisiko bagi pengunjung yang belum familiar dengan kawasan ini. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK