Buka konten ini
Cedera mengerikan menimpa gelandang Bayern Munich, Jamal Musiala, dalam laga perempat final Club World Cup melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada Sabtu (5/7).
Dalam insiden tersebut, Musiala mengalami patah kaki dan dislokasi pergelangan kaki setelah bertabrakan dengan kiper PSG, Gianluigi Donnarumma. Meski demikian, Musiala menyatakan tidak ada pihak yang perlu disalahkan.
Dilansir dari Reuters pada Kamis (10/7), insiden terjadi menjelang akhir babak pertama ketika Musiala berupaya merebut bola dari Donnarumma.
Dalam tayangan ulang, terlihat pergelangan kaki Musiala terjepit di antara tubuh dan lengan Donnarumma, membuat kakinya terpelintir pada sudut yang mengerikan.
Akibat benturan tersebut, pemain berusia 22 tahun itu mengalami patah tulang fibula serta dislokasi pergelangan kaki.
Ia langsung ditandu keluar lapangan dan diterbangkan kembali dari Atlanta ke Munich untuk menjalani operasi. Bayern Munich telah mengonfirmasi bahwa Musiala akan absen selama beberapa bulan dan kemungkinan besar melewatkan awal musim mendatang.
Di tengah kekhawatiran publik, Musiala mengunggah video pernyataan lewat akun X-nya:
”Operasinya berjalan lancar. Saya berada dalam penanganan yang baik dan ingin mengatakan tidak ada yang perlu disalahkan atas insiden ini. Situasi seperti ini bisa saja terjadi, dan saya akan memanfaatkan waktu ini untuk membangun kembali kekuatan dan semangat positif,” ujar Musiala.
Sementara itu, Donnarumma terlihat emosional setelah insiden tersebut. Ia bahkan mengunggah doa dan harapan kesembuhan untuk Musiala di Instagram pribadinya.
“All my prayers and well wishes are with you @jamalmusiala10,” tulis kiper asal Italia itu.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, menyebut momen itu sangat emosional dan berharap Musiala segera pulih.
“Saya harap cederanya tidak terlalu parah, tapi itu terlihat buruk. Saya berharap dia bisa menjalani pemulihan sebaik mungkin,” kata Kompany dikutip dari Daily Mail.
Sebelumnya, Musiala tampil impresif musim lalu dengan mencetak 21 gol dan memberikan delapan assist dalam semua kompetisi, membantu Bayern meraih gelar Bundesliga.
Cedera parah yang dialami Jamal Musiala menjadi pukulan besar bagi Bayern Munich jelang musim baru. Meskipun demikian, sikap suportif Musiala yang tidak mencari kambing hitam mendapat apresiasi luas dari publik sepak bola. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI