Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah sebagai bentuk aksi kemanusiaan.
Aksi sosial ini diikuti ratusan peserta dari berbagai sektor industri jasa keuangan di Kepri, mulai dari perbankan, pasar modal, pegadaian, hingga perusahaan pembiayaan dan pelaku usaha lainnya.
“Kegiatan yang berlangsung ini mencerminkan komitmen industri keuangan untuk tidak hanya berperan dalam pertumbuhan ekonomi, namun juga aktif dalam mendukung aspek sosial dan kemanusiaan di masyarakat,” kata Kepala OJK Provinsi Kepri, Sinar Danandjaya, Sabtu (12/7).
Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dengan semangat kolaboratif antarlembaga keuangan serta dukungan insan media.
Tujuan utamanya adalah membantu pemenuhan kebutuhan darah nasional yang saat ini mencapai sekitar 7 juta kantong per tahun.
“Donor darah bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga simbol solidaritas nyata dari industri keuangan terhadap sesama,” ujar Sinar.
Dari total 202 orang yang mendaftar sebanyak 126 peserta menjalani proses skrining kesehatan. Setelah melalui seleksi ketat, 86 orang dinyatakan layak dan berhasil mendonorkan darahnya dengan rincian sebagai berikut, 23 kantong darah golongan A+, 27 kantong B+, 5 kantong AB+, 31 kantong O+.
Sementara itu, 40 peserta tidak lolos skrining , dan 76 peserta lainnya berhalangan hadir karena alasan pribadi dan kesehatan.
Menurut Sinar, kegiatan ini tidak hanya sebatas rutinitas tahunan, namun diharapkan dapat menjadi budaya yang terus berkembang di lingkungan industri keuangan.
“Setiap tetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang tengah berjuang melawan penyakit, menjalani operasi besar, atau mengalami komplikasi saat melahirkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, sektor jasa keuangan di Kepri ingin menunjukkan bahwa keberhasilan suatu institusi tidak semata dilihat dari pertumbuhan neraca keuangan, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu berkontribusi terhadap kehidupan dan kemanusiaan. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI