Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 resmi berakhir. Pada Kamis dini hari (11/7) waktu Arab Saudi (WAS), kloter terakhir jemaah Indonesia, yakni kloter KJT-28 dari Debarkasi Kertajati, telah diberangkatkan pulang ke tanah air dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
Meski seluruh kloter telah kembali, masih terdapat 40 jemaah haji asal Indonesia (5 dari embarkasi Batam) yang belum dapat dipulangkan karena sedang menjalani perawatan medis. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa hingga Kamis pagi (10/7), tercatat 11 jemaah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 29 lainnya di berbagai rumah sakit Arab Saudi.
Ia menegaskan bahwa keluarga jemaah tidak perlu khawatir. Setelah operasional haji selesai, proses pendampingan terhadap jemaah yang sakit serta pemulangan mereka setelah sembuh akan ditangani oleh Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah.
Dalam musim haji 2025 ini, total sebanyak 446 jemaah Indonesia wafat. Rinciannya terdiri dari 434 jemaah haji reguler dan 12 jemaah haji khusus. “Semoga seluruh amal ibadah para jemaah diterima dan mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Muchlis.
Sebagai informasi, proses pemulangan jemaah Indonesia tahun ini terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 11 hingga 25 Juni melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sementara gelombang kedua dilakukan dari Bandara AMAA Madinah sejak 26 Juni hingga 11 Juli.
Kuota Haji 2026 Masih Menunggu Keputusan
Sementara itu, Arab Saudi dijadwalkan mengumumkan kuota haji tahun 2026 pada 11 Juli. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi terkait hal tersebut. Informasi sementara menyebutkan bahwa kuota jemaah Indonesia kemungkinan besar tetap sama seperti tahun ini, yakni sebanyak 221 ribu orang. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO