Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Ajang lari tahunan bergengsi di Kota Batam, Batam 10K, kembali digelar dan banjir peminat. Tercatat, sebanyak 1.123 peserta telah mendaftarkan diri untuk meramaikan gelaran sport tourism andalan Kota Batam dan Provinsi Kepri tersebut.
Event yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/7) besok ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dengan dukungan berbagai pihak swasta maupun komunitas lari.
“Kami mengapresiasi antusiasme peserta. Namun karena keterbatasan jersey, jumlah pendaftar akhirnya kami batasi,” ujar Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Jumat (11/7).
Tahun ini, gaung Batam 10K semakin menggema dengan hadirnya pelari dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Inggris, Vietnam, dan Thailand. Bahkan, pelari dari Kenya—negara yang dikenal melahirkan atlet maraton dunia—turut menyatakan minat untuk ikut serta.
“Lokasi Batam yang strategis di perbatasan membuat event ini menarik bagi pelari internasional, terutama dari kawasan Asia Tenggara. Ini momentum emas untuk memperkenalkan Batam sebagai destinasi sport tourism yang kompetitif,” ucap Ardiwinata.
Tak hanya peserta mancanegara, pelari dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Jambi, Padang, hingga Salatiga turut menyatakan kesiapan berpartisipasi. Tentu saja, pelari lokal dari Batam dan wilayah Kepri juga akan ambil bagian.
Lomba ini akan berpusat di kawasan Hotel Grand Mercure Batam Centre, dengan rute sepanjang 10 kilometer yang membelah jalan-jalan utama Batam. Peserta akan disuguhi pemandangan modern kota sambil berlari menyusuri jalur yang telah disiapkan secara profesional.
Panitia juga menyiapkan empat titik stasiun air dan fasilitas penunjang untuk memastikan kenyamanan serta keselamatan seluruh pelari.
Selain mengejar garis finis, para peserta juga akan memperebutkan beragam hadiah menarik, mulai dari sepeda, motor, televisi, hingga uang tunai. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp31 juta.
Disbudpar Batam menargetkan event ini dapat terus mendorong gaya hidup sehat sekaligus mengukuhkan posisi Batam sebagai tujuan utama sport tourism nasional.
“Kehadiran pelari dari luar negeri maupun kota-kota besar di Indonesia menunjukkan Batam 10K semakin diakui dan dinantikan setiap tahun,” kata Ardi. (*)
Reporter : Ratna Irtatik
Editor : RATNA IRTATIK